#13 In Repair

Written by Diaz Bela

Seorang ibu milenial, ex-News TV Reporter, dan digital enthusiast. Saya menulis tentang hal-hal yang saya sukai: pengalaman, opini, traveling, kuliner, dan lain-lain.

27 Mei 2013

Source

Sella bertaruh pada waktu, menggaransikan cintanya pada hitungan detik yang ia punya. hasilnnya? Nihil, cinta itu busuk sebelum waktunya. Ia pernah membaca sebuah buku, katanya, cinta punya batas kadaluarsanya jika kau menggaransikannya pada waktu. Kini semua terbukti. Rasa cintanya sudah terlampau basi.

Dinda selalu mencari alasan di setiap langkah yang ia ambil. Ia punya alasan mengapa ia menghancurkan persahabatannya, ia punya alasan mengapa ia bisa jatuh cinta sekaligus merasa bersalah pada seseorang yang bukan miliknya… bahkan ia bisa memberimu 50 daftar alasan mengapa ia berani melangkah terlalu jauh demi egonya sendiri. Yang tidak ia tahu, pencarian alasan hanya untuk orang yang ingin lepas dari tanggungjawab.
***
Dan mereka berdua masuk dalam babak baru. Identitas mereka kini dibentuk oleh kejadian-kejadian yang menempa hati dan perasaan mereka masing-masing. Tidak ada yang siap. Tidak ada yang pernah siap pada perubahan, sekecil apapun itu. Karena perubahan berarti meninggalkan zona nyaman. Seperti kau yang enggan keluar dari selimut di pagi hari yang dingin. Seperti kau yang mempertahankan hubunganmu yang datar karena enggan mengambil resiko. Seperti kau yang berusaha keras mengganti secangkir kopi di pagi hari dengan segelas milo hangat karena kau tahu asupan kafein lama-lama akan membuatmu gila. Seperti kau, Sella enggan melalui bagian hidupnya yang ini. Seperti kau, diam-diam Dinda berbisik syukur karena hubungannya dengan Armand telah mempertemukannya dengan mahluk kecil yang sebentar lagi menatap dunia. Seperti kau, yang sedang asyik enggan meninggalkan zona nyaman.

[8…]

baca cerita sebelumnya disini

Arsip

MEMBER OF:

logo komunitas blog
kumpulan emak blogger
Logo Komunitas BRT Network
Seedbacklink

Baca Juga Artikel Berikut:

#25 Dari Motsach 🙂

Siang tadi saya dikagetkan oleh kabar dari Inez, rekan kantor sekaligus adik tingkat saya di Komunikasi UGM. Katanya...

#24 Vietnam

Pak tua itu menyodorkan sebuah menu kearah Travng. Ia lalu mencatat sesuatu dan berjalan menuju dapur untuk membuat...

#23 Waiting

“Menunggu seseorang?” sapa sebuah suara membuyarkan lamunan Travng. Pak tua itu menatapnya. Sorot mata biru ramah yang...

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments