• Geje,  Kuliah

    Plok-Plok-Plok

    Tepuk tangan yang riuh pasti ada bersamaan dengan atraksi yang menakjubkan. Katakanlah siang ini, ketika saya terjebak di salah satu warnet paling cihuy se-Yogyakarta karena aspal sedang dihujam air dari langit, saya disuguhi satu tontonan menarik. Yang saking menariknya, saya terkesan, berdiri, dan bertepuk tangan meriah. Saya jadi ingat kalau pikiran saya juga sedang riuh-ricuh. Pikiran saya sedang bertepuk tangan. Bukan, bukan tepuk tangan sorak sorai meriah seperti yang baru saya lakukan, tapi tepukan pelan yang dapat diuntai. PLOK! Rasanya tuntutan untuk segera memulai skripsi mulai datang bertubi-tubi. Padahal tidak ada bahkan seorangpun yang menuntut saya untuk segera meng-ganjil-kan kuliah. Kecuali yang pada nanya ‘kapan lulus’ sih. PLOK! Gini yah…