• Damn,  Kuliah

    Gloomy Wednesday

    Tidak ada yang salah dengan hari itu kecuali saat saya marah dengan diri sendiri. Hari yang terlalu sepi untuk bercerita dan berbagi, maka saya memilih untuk bungkam. Lega rasanya setelah menangis sesendu itu. Sebelumnya saya sampai lupa kapan terakhir kali saya menangis seperti itu. HAHAHA Maaf untuk semua orang yang kena semprot hari itu, terutama untuk mas-mas yang menjilid tugas laporan saya, dan petugas SKKK yang ribet ngurusin KIK. Maaf. Habis kalian terlalu REBEK disaat yang tidak tepat. Ah ya, dan juga untuk beberapa orang yang membaca tulisan “Sedang-Bad-Mood” di dahi saya. Maaf. Bukan salah saya juga kan kalau saya termaksuk orang yang gampang di tebak? ;p Yang ingin saya…

  • Geje,  Kuliah,  Yogyakarta

    Paket 3 SKS

    Saya waktu SMA [1] Dulu saya merengak nggak mau kuliah di Jogja, sekarang saya merengek nggak mau ninggalin Jogja. Yep, ini yang saya rasakan ketika membuka portal UGM untuk KRS-an. Dasar admin portalnya yang terlalu gaul, di bela-belain begadang pun portal masih nggak bisa di akses. Sambil nunggu portal bisa di akses saat itulah saya mengalami aktualisasi diri dalam dunia #galauakademik *opo sih?* Sambil menunggu, saya ngobrol dengan teman sepermainan via YM dan sms. Kami sama-sama bingung mau ngambil mata kuliah apa buat semester 7 ini (MEN, guweh udah mau semester 7!). Selain mata kuliah yang ‘harus kami perdalam’, kami, saya sih yang paling ngotot, pengen banget ngambil mata kuliah…

  • Uncategorized

    i miss you, dad. really miss you. i miss you like a crazy. i miss you that i cry. loud, like a child. i miss you and the moment that we’re spent together. i miss talking to you, dad. i miss your voice, your hair, your snoring while you were sleeping, i miss your ‘cool’ advice when i talked about my problem… i miss you. and i’ll be fine, :’)

  • #31harimenulis,  Kematian

    #31 Hai

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Sebelah rasa mati tertimbun dekapan dusta. Harapan datang bersama rasa. Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Kita sama-sama setuju bahwa waktu berjalan begitu lambat ketika kita sama-sama bosan, dan malah begitu cepat ketika kita mulai menikmati. Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Kali ini yang mau ku lakukan bukan menurut ucapan maupun tindakan. Hidup ini untuk dijalani, dan kamu menjadi garis putih dalam aspal jalanan hidup yang kubuat. Pasti dilalui, ragu untuk dilintasi, dan tidak mungkin dilewati. Yang penting hanya jalan. Ya, hanya berjalan. Berjalan dibalik dekapan yang aman. Kepada yang pernah saya…