• Buku,  Review

    99 Cahaya di Langit Eropa

    Sejauh mana kamu paham tentang yang kamu yakini? Terlahir dari keluarga dengan latar belakang Agama Islam, saya sudah diakrabkan dengan keyakinan saya sejak dini. Dari kecil, saya sudah dibiasakan ikut sekolah agama/ mengaji setiap hari setelah pulang sekolah. Kebiasaan itu lalu berlanjut dalam tingkat yang lebih dalam lagi yang diresapi secara pribadi sebagai kebutuhan. Pemaknaan dan hikmah terhadap apa yang saya yakini biasa saya pelajari melalui arahan orangtua, lingkungan, ustad, dan… buku. Beberapa bulan yang lalu saya melahap habis buku yang berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Hanum Rais dan suaminya, Rangga Almahendra. Sempat ragu awalnya ketika saya hendak membeli buku itu. Setelah membaca review bukunya, ternyata buku “99…

  • Buku,  Curhat,  Damn,  I Think...,  Life,  Sensitif

    Kritik Menggelitik

    Rasanya kayak digelitik tapir yang lagi ngamuk di ragunan. Saya geli banget baca tulisan di notes facebook seseorang yang nggak saya kenal. Ia mengkritik kalau beberapa buku yang ia temukan di toko buku atau perpustakaan “hanyalah sampah yang tak layak dibaca, yang beruntung dipungut penerbit” (yang saya kasih tanda kutip itu asli saya copy dari notes-nya.) Geram? Iya. Apa patokan dia menilai buku-buku tersebut? Bukankah seorang pembaca, sama dengan penulis, berhak untuk masuk dan turut meliarkan imajinasinya dalam membaca setiap buku? Buku apa yang ia anggap sebagai “sampah” itu? Harus berkriteria seperti apa emangnya buku yang layak terbit dan layak masuk di perpustakaan itu? Membaca adalah kegiatan yang lahir dari…

  • #31harimenulis

    #31HariMenulis Tahun Kedua

    Halo. Jadi ceritanya saya ikutan #31HariMenulis lagi. Tapi bukan di blog ini melainkan yang ini. Hehe, blognya masih baru, masih sepi, masih kecil 😛 Di #31HariMenulis tahun kedua ini, saya ingin memiliki konsep. Maka dari itulah, saya mengaktifkan kembali blog kartu pos yang memang sempat saya buat beberapa waktu lalu. Sedikit review, melalui #31HariMenulis kemarin, saya benar-benar belajar gimana caranya konsisten dan bertanggungjawab (baca: gak pengen bayar denda :p). Selama 31 hari, saya mengangkat 3 tema yang berbeda yaitu: popularitas, the cameners, dan kematian (selengkapnya bisa baca disini). Yaahh, agak-agak wagu sih apalagi yang bagian The Cameners saya harus banting tulang latihan vokal ngamen sama Ibim. Hehe, tapi seru. Maka…