• Uncategorized

    #KembaliKePlurk

    Semuanya bermula dari obrolan iseng. Malam itu kami berkumpul di kostan Teteh. Perkumpulan itu disengaja, karena pada hari itu pula kami sedang memberikan sedikit kejutan berupa nasi tumpeng pada Teteh yang sudah menginjak usia 23 (mantap teh, sekarang usia kita beda dua tahun! :P). Seperti layaknya perempuan lainnya yang sedang berkumpul, kami mulai ngobrol ngolor-ngidul. Kebanyakan tentang dunia perkuliahan: apa yang dulu pernah terjadi, kenapa si ini bisa begini, kenapa si anu bisa begitu, dan perintilan masalah lainnya hingga akhirnya obrolan kami mulai digiring oleh Plurk. Ya, Plurk adalah salah satu situs jejaring sosial yang (sayangnya) kurang populer di masa kini. Tiga sampai empat tahun yang lalu, Plurk (di mata…

  • Uncategorized

    Hilir

    source Entah apa lagi, entah bagaimana lagi. Waktu berkonspirasi sempurna dengan kejadian kemarin hari yang seharusnya bisa diantisipasi. Semua berkompetisi demi satu hari yang sengit. Menancapkan batas kemampuan pada rasa, dinding yang dibangun sebilah teori, dan bumbu basa-basi. Dua pemikiran berkecamuk, dari arus logika yang tak kunjung mendapatkan muara pasti: (1) Hulu pertama mengenai sesal dan rasa yang keras, beku, dan mengkristal dalam sudut hati. Akan ada keputusan yang harus diambil, akan ada orang yang tersakiti. Tidak ada yang tidak bisa menerima kecuali saya dan perasaan ini sendiri. (2) Hulu kedua mengenai kecerobohan yang sudah dapat di prediksi. Berupaya segenap tenaga mengalihfungsikan semua indera, logika, dan waktu yang terbuang percuma…