• #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #12 – Beautiful Tragic

    Source Hati manusia menyimpan dua misteri. Pertama, bagaimana ia dibuat. Kedua, bagaimana ia berfungsi. Armand heran. Hati yang ia pikir telah lama terpatri akhirnya liar juga. Berlari mencari garis finish baru dengan segala kecamuk yang diciptakannya. Hatinya bagai bagian yang terpisah, karena berhasil bergerak keluar dari nalar dan kendalinya sendiri. Armand kehilangan akal sehat, atau memang apa yang dilakukan hati tidak menggunakan tolak ukur kewarasan? Ia telah dibuat gila oleh keputusannya memilih perempuan selain yang dijanjikannya sehidup semati. Sebut dia lelaki paling berengsek sejagad raya, namun bukankah hati menghasilkan perasaan yang tak bervolume? [7…] Baca cerita sebelumnya disini.

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #11 It Still Rains

    Source Hujan masih mengguyur kota, menyajikan pemandangan sendu untu Travng yang sedang duduk bersandar dan melihat pemandangan kota dari dalam taxi. Sebagai seorang backpacker, naik taksi menuju tempat tujuan merupakan keadaan haram nomor satu di list-perjalanannya. Namun apa dikata, tenaganya sudah cukup diperas oleh perjalanan Vietnam-Indonesia yang baru saja ia tempuh. “This is your hostel, sir,” ucapan supir taxi mengalihkan pandangan Travng. Ia lalu mengeluarkan selembar uang dolar yang diterima antusias oleh si supir taxi. Setelah mengucapkan terima kasih, Travng lalu turun dan berlari kecil menuju motelnya. “Saya sudah memesan satu kamar. Atas nama Travng.” ucapnya menggunakan Bahasa Inggris ketika ia sampai di lobi hostel. Penjaga lobi itu lalu mengangguk…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #10 When It Rains

    Photo by Me. Hujan tidak pernah selebat hari ini. Guntur menggelegar bersahutan tanpa henti, bulir air hujan bagai kerikil yang menghujam genting-genting, angin dingin berhembus dengan kekuatan yang mampu membalikkan payung setiap orang yang berani keluar rumah. Semeseta seperti berkonspirasi untuk membuatmu tetap berada di dalam ruangan. Atau, semesta sedang merefleksikan perasaanmu yang sedang kacau berantakan. *** Sella tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ia seperti berada di raga yang salah. Selalu melamun dan makin banyak menyendiri. Sella yang dikenal cerewet dan gemar memberikan ide-ide cemerlang untuk perusahaannya kini dikenal sebagi seorang yang pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktunya melamun dibandingkan dengan mengobrol saat waktu istirahat tiba. Pun ketika ia di…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #9 Welcome

    Travng menginjakan kakinya di Indonesia. Destinasi negara pertamanya dalam rute Asean travel. Ia membopong ransel besarnya dan bergegas mencari penginapan. Perjalanan membuatnya jetlag. Ia sangat lelah, pelupuk matanya seperti digantungi oleh pemberat 10kg. Ia lalu mendekati seorang supir taxi dan menunjukan alamat hotel tujuannya yang tertera di majalahnya. Taxi itu lalu melaju, membelah jalanan tol bak macan yang lari mengejar mangsanya… [3…] Baca cerita sebelumnya disini.

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #8 Somewhere Only We Know

    Source Lelaki itu hanya bisa menatap Dinda dalam diam. Terlalu banyak penjelasan dalam air mata kekasihnya yang bisa ia tangkap. “Udah dong…” Lelaki itu berusaha menenangkan Dinda. “Kenapa kita kayak gini sih? Kenapa kita terlalu berani?” tanya Dinda. Lelaki itu kembali memutuskan untuk menutup mulutnya, membiarkan Dinda menyelesaikan tangisannya mungkin jalan keluar terbaik sebelum mereka berdiskusi lebih lanjut. Dan mereka kembali dalam jeda diam yang cukup lama… *** Sella memarkirkan mobilnya di garasi, ia lalu menuju kamar tidur, tanpa berganti baju ia langsung merebahkan badannya di kasur. Ia benar-benar tidak peduli dengan kondisi rumahnya yang berantakan bak kapal pecah. Untuk apa peduli? Toh pikirannya juga sedang sama berantakannya. Lelah bersembunyi…