• #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #25 Dari Motsach :)

    Siang tadi saya dikagetkan oleh kabar dari Inez, rekan kantor sekaligus adik tingkat saya di Komunikasi UGM. Katanya hari ini adalah hari terakhir  #31HariMenulis. Terus terang saya shock, tulisan belum jalan sesuai dengan ending cerita yang saya inginkan, beberapa tokoh yang saya ciptakan masih mati suri, bahkan ada beberapa yang belum bangkit dari ‘kubur’nya. Kenapa 31 hari rasanya cepat sekali? Jujur, ini adalah tahun #31HariMenulis paling buruk bagi saya. Tahun ini adalah ketigakalinya saya mengikuti program #31HariMenulis dan tahun pertama saya tidak menulis full selama 31 hari 🙁 Sedih banget rasanya pas tahu ternyata bolong saya di tahun ini ada 6 postingan. Padahal, saya rasa tahun ini saya sudah mempersiapkan…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #24 Vietnam

    Pak tua itu menyodorkan sebuah menu kearah Travng. Ia lalu mencatat sesuatu dan berjalan menuju dapur untuk membuat sendiri secangkir moccacino panas pesanan pelanggan barunya itu. Kadang, jika ia sedang luang, Haegen memang sering meluangkan waktunya untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung Motsach. Tak jarang ia jugalah yang langsung turun tangan dalam membuat pesanan para pelanggannya. Travng, nama yang unik. Mengobrol sekilas dengannya cukup untuk membangkitkan kenangan Haegen terhadap Vietnam. Beberapa tahun setelah Haegen menginjakan kakinya di Indonesia dan bisnisnya ini sudah mulai berjalan, ia sempat meninggalkan Indonesia untuk berlibur sekaligus mencari resep ke Vietnam. Another tropical island. Banyak tempat indah yang ia kunjungi disana, banyak orang yang ia temui disana,…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #22 I’m Gonna Find Another You

    Kenangan adalah pedih yang menjelma jadi bom waktu dan bersemayam dalam hati. Hanya diperlukan satu penyulut yang bisa membuatnya meledak, membanjiri hati dengan memori yang membuatmu kembali menguras airmata. Sejak kali pertama kali Sella mengetahui fakta bahwa Armand meninggalkannya, Sella gusar dan terlalu berlarut dalam kesedihannya untuk waktu yang cukup lama. Berkemas adalah hal pertama yang dilakukannya. Ia meninggalkan rumah mereka dan menyewa sebuah apartemen kecil di pusat kota yang terletak lebih dekat dengan kantornya. Butuh beberapa waktu, beberapa bulan tepatnya, untuk benar-benar hilang kontak dari lelaki itu. Toh akhirnya ia bisa. Menggunakan semua waktu dan usahanya untuk memulai kembali hidupnya dari titik nol yang baru. Sella memakirkan mobilnya, masih…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #21 Gravity

    Kerlip bintang samar-samar tampak di langit utara. Warna langit kini menua, menghapus jejak senja dengan ciptaan-Nya yang juga luar biasa. Tak ada yang tidak mengagumi langit sore itu. Dari kaca jendela Motsach, Travng dapat melihat segerombolan burung terbang membentuk siluet indah. Gerak kepak sayap mereka seperti kuas basah yang menggores sehamparan kanvas dengan lincah. Mereka terbang beriringan. Bebas, lepas, namun entah kemana. Mungkin suatu tempat di Cina Utara, atau malah kutub antariksa? Asalkan bersama, tidak ada masalah, bukan? Travng menghela napas, Motsach makin ramai malam itu. Kelompok orang berdatangan mengisi sofa-sofa merah dan kursi-kursi kayu tua yang terdapat di ruangan dengan berbagai macam tujuan. Di salah satu sudut, terlihat segerombolan…