• #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #20 Before Home

    Source Sepiring salmon and chips baru saja tersaji di hadapannya. Uap panas masih mengepul dari piring itu. Travng mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang ia baca, When the Moon Dissapears, dan mulai makan. Matanya tak henti memandang coffee shop mini di lantai dua Mostach ini. Ia tak menyangka akan menemukan tempat se-cozy ini dalam perjalanannya di Indonesia. Toko buku yang berada di lantai bawah cukup membuatnya takjub. Sebagai kutu buku, Travng betah berlama-lama menyusuri rak demi rak di setiap toko buku untuk membaca satu per satu back cover review yang ada disana. Sudah empat puluh lima menit ketika Travng memutuskan untuk membawa pulang buku When the Moon Dissapears. Ia hendak keluar…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #19 Change

    Source Perubahan itu selalu datang dan semua orang harus siap. Haegen menurunkai gerendai besi tempatnya berjualan. Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Toko harus sudah tutup namun semua rotinya masih belum habis terjual. Haegen memutar kunci gerendai besinya dua kali ke arah kanan dan mengangkatnya sedikit untuk memastikan bahwa toko kecilnya sudah terkunci. Ia lalu berjalan gontai menuju apartemen sewaannya. Tangan kanannya menjinjing sebungkus roti sisa untuk bekal sarapannya esok hari. Sorot mata tegas yang dimiliki Haegen kini tak lagi tampak. Yang tercermin dibalik pantulan mata birunya adalah hasil dari kerja kerasnya selama beberapa bulan disini. Rasa berat selalu ia rasakan di beberapa minggu pertama.  tapi sama seperti sungai yang…

  • #31harimenulis,  #31harimenulis2013

    #18 Bye, Paris

    Source Indonesia, 2005 Dua Natal sudah ia lewati tanpa salju. Ya, hidup di negara tropis sudah membuatnya cukup kewalahan. Apalagi kalau cuaca suka berubah tanpa bisa diprediksi. Belum lagi udara panas yang menyengat dan selalu membuatnya keringatan. Namun ia bertahan, demi memupuk masa lalunya dengan rencana-rencana yang sudah ia bangun. Perlu waktu tiga tahun tahun sejak kematian Maman, Haegen baru siap memutuskan untuk pindah. Meninggalkan Paris dan semua yang ia punya disana dan memulai lembaran baru di negara yang jauhnya ribuan kilometer dan belum pernah ia kunjungi sebelumnya [4…] Baca cerita sebelumnya disini