#4 Rindu

Written by Diaz Bela

Seorang ibu milenial, ex-News TV Reporter, dan digital enthusiast. Saya menulis tentang hal-hal yang saya sukai: pengalaman, opini, traveling, kuliner, dan lain-lain.

4 Mei 2011

Rindu ini harga mati.
Mataku menjelajah setiap sudut mencarimu yang biasanya tampak di tempat dan jam yang sama. Tapi tidak hari ini, mungkin? Entahlah. Melihatmu bagaikan candu. Bahkan hanya dengan melihatmu.
Tiga jam sudah aku menunggumu disini. Gelas-gelas jus pesananku sudah bosan dituang dengan isi yang baru. Perutku sudah protes bila kemasukan minuman lagi. Tapi aku masih butuh duduk disini untuk melihatmu.

Kamu dimana?
Tubuhku memberontak untuk pergi dari tempat ini. Kakiku mulai bergoyang tanda tidak sabar. Mataku mulai rinci memperhatikan detail isi ruangan, memangsa setiap objek yang kutelusuri demi mencari yang mirip dengan bayanganmu. Telinga ini kualihfungsikan menjadi radar yang familiar dengan suaramu yang lebih rendah dua oktaf itu… Tapi tetap aku belum bisa menemukanmu!
Aku terpaku.
Raga dan hatiku tidak biasa menerima perasaan ini. Melihatmu, sudah satu paket dengan rasa-rasa bahagia yang membuncah di udara, tapi tetap bisa dirasa. Melihatmu, sudah rutinitas harianku sejak aku resmi terjangkit virus merah jambu. Aku makin gundah. Lama, kufokuskan pikiranku dengan mengurai reaksi alam yang selalu tersaji beriringan dengan kehadiranmu.
Pertama, yang paling bisa mendapatkan sinyal keberadaanmu adalah hatiku. Hati, entah bagaimana Tuhan meraciknya, seperti tahu dimana keberadaanmu. Dia akan memercikan perasaan senang dan bahagia yang disampaikan dengan dentuman jantung yang meningkat. Lalu diikuti oleh mata yang tak lepas menatap sosokmu. Hal selanjutnya adalah tangan yang menghasilkan bintik-bintik kecil keringat, diikuti dengan sindrom ‘jatuh’ dimana aku kan menjatuhkan semua benda yang kupegang, membuat suasana gaduh. Labuhan reaksi alam ini berakhir di perut, dimana sepertinya cacing-cacaing berdemo untuk mengeluarkan apa yang telah kucerna.
Aku rindu semua perasaan itu. Terlebih, aku rindu melihatmu.
Yang kurasakan kini janggal. Aku hanya ingin melihatmu untuk membuat diriku sempurna hari ini. Tubuh, pikiran, hati, dan semua bagian diriku sudah familiar dengan sosokmu. Bahkan kamu memiliki fans sendiri dalam jiwaku. Semua menantikan kehadiranmu. Cepatlah datang.
Mataku kembali menyisir sekitar.
Kamu dimana?

Arsip

MEMBER OF:

logo komunitas blog
kumpulan emak blogger
Logo Komunitas BRT Network
Seedbacklink

Baca Juga Artikel Berikut:

#25 Dari Motsach 🙂

Siang tadi saya dikagetkan oleh kabar dari Inez, rekan kantor sekaligus adik tingkat saya di Komunikasi UGM. Katanya...

#24 Vietnam

Pak tua itu menyodorkan sebuah menu kearah Travng. Ia lalu mencatat sesuatu dan berjalan menuju dapur untuk membuat...

#23 Waiting

“Menunggu seseorang?” sapa sebuah suara membuyarkan lamunan Travng. Pak tua itu menatapnya. Sorot mata biru ramah yang...

Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
zpudjiastuti
zpudjiastuti
13 years ago

Suka deh, tulisanmu yang ini. Suka gaya menulismu. Terus menulis yaaa 🙂

Diaz Bela Yustisia
Diaz Bela Yustisia
13 years ago

terimakasiiih 🙂