Pilih Laman
Source

 
Lelaki itu bermata hazelnut. Dimejanya terdapat secangkir espresso panas yang uapnya masih mengepul, menjelma menjadi embun yang merayap di dinding kaca tempat bahunya bersandar. Lelaki itu mengubah posisi duduknya. Matanya tak lepas dari buku Traveling Asean yang dibacanya.

“Tujuanmu hanya ke Asean?” tanya sebuah suara. Lelaki bermata Hazelunt itu diam untuk sepeersekian detik mencari asal suara. Ia hapal pemilik suara itu.
“Ya…” katanya sambil mengangguk dan menutup majalah yang sedang dibacanya. “Ya, Asean.”
[1…]
Baca juga:
SourceParis, Desember 1991.Pagi ini Paris diselimuti es sisa hujan salju semalam. Sejauh mata memandang, semuanya tampak putih. Dari genting-genting rumah,…
0
Comments herex
()
x