Pilih Laman

Belakangan ini di lini masa media sosial saya ramai sekali dengan orang-orang yang membahas tentang investasi. Salah satunya seperti investasi saham dan reksadana yang cara pembeliannya pun sangat mudah, hanya melalui smartphone. Tapi kalau saya perhatikan kok masih sedikit yang membahas mengenai emas sebagai instrumen investasi ya? Apakah karena dianggap nggak begitu cuan? Hehe.. Nah makanya saya mau merangkum alasan-alasan kenapa kamu harus investasi emas.

Kamu tahu nggak sih, kalau ditelisik, emas adalah salah satu barang yang sangat mudah didapatkan, lho.

Bisa diibaratkan semua orang pernah memiliki emas: dari ketika kecil dibelikan anting, kalung, atau cincin dari orang tua/keluarga, ketika menikah memiliki mas kawin (cincin pernikahan dan perhiasan lainnya atau emas batangan), atau memang sudah punya sendiri karena beli.

Ini membuktikan kalau keberadaan emas sangat dekat dengan masyarakat. 

Bukti lainnya, toko-toko emas masih banyak bertebaran di pasar, bukan? Coba bandingkan dengan toko atau kantor instrumen investasi lainnya, apakah ada juga di public place seperti pasar? Hehe, tentu nggak. 

Memahami Fungsi Investasi Emas

Ini poin yang penting sebelum memulai investasi, apapun jenisnya. Pahami dulu kenapa kamu ingin investasi, apa tujuannya, dan seberapa besar usahamu untuk memenuhi kebutuhanmu akan investasi.

Emas sendiri memiliki karakteristik sebagai investasi yang bisa menjaga nilai mata uang. Ini artinya jika di kurskan di beberapa waktu kedepan, harga emas yang sudah kita miliki akan sebanding atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan ketika kita membeli emasnya dulu. Inilah kenapa emas kerap disebut sebagai instrumen investasi yang kebal inflasi, atau safe haven.

Setelah tahu karakteristiknya, sekarang tinggal ditentukan, mau digunakan sebagai apa investasi emasnya. Dana darurat, dana pendidikan anak, atau yang lainnya sesuai kebutuhan dan tenggat waktu masing-masing.

Nah kalau begitu, yuk sekarang kita bahas kenapa sih kita harus mempertimbangkan emas sebagai salah satu instrumen investasi.

Kenapa Harus Investasi Emas?

1. Harga yang Cenderung Naik Tiap Tahun

Kalau dilihat dari trendnya, harga emas cenderung naik setiap tahun. 

Tapi, perlu dipahami ya kalau investasi emas ini sifatnya investasi jangka panjang. Maksudnya apa sih? Jadi, kita baru bisa menikmati hasil dari investasi emas di jangka waktu tertentu. Secara teoritis biasanya dimulai dari 5 atau 7 tahun.

Harga emas juga bisa naik ketika adanya krisis keuangan dan kondisi ekonomi sedang dalam fase ketidakpastian. Buat yang ngikutin harga emas, tentu nggak kaget ketika meilhat harganya di awal tahun 2020 ketika pandemi mulai memasuki Indonesia. Melonjak drastis *cuancuancuan*  πŸ˜€

Lalu kalau kondisi ekonomi lagi baik-baik aja harga emas gimana dong? Ya nggak gimana-gimana, harganya akan tetap naik karena nilai emas tidak dipengaruhi dari kebijakan suku bunga, moneter, dan kebijakan lain dari bank dan pemerintah.

Tapi ingat ya, emas = investasi jangka panjang. Ada kemungkinan harga emas menurun jika dipantau per hari. Ya, harganya memang se-fluktuatif itu. TAPI kalau dilihat per tahun pasti ada kenaikan harga. Logamulia.com mencatat rata-rata kenaikan harga emas dalam kurun waktu 2010 – 2020 adalah 11,8% persen.

Jadi harus benar-benar diperhitungkan ya, apa tujuan kalian berinvestasi emas supaya bisa mendapatkan hasil cuan yang maksimal.

Baca Juga: Kenapa Harga Emas Terus Naik?

2. Mudah Diperjualbelikan (Likuiditas Tinggi)

Sebagai instrumen investasi yang dikelola sendiri, emas sangat mudah diperjual-belikan. Jika ingin mencairkan (menjual) emas, tinggal datang ke toko emas, lembaga non keuangan temapat transaksi emas, atau bisa juga dijual ke teman, lho.

Kalau mau beli emas, bisa langsung datang ke toko, atau beli di market place. Tapi harus yang terpercaya yaa..

Ya, emas memang sefleksibel itu. Maka dari itu emas memiliki β€œkelebihan” yang nggak dimiliki instrumen investasi lainnya.

3. Tidak Perlu Ilmu Khusus

Berbeda dengan trading yang harus memiliki kemampuan spesifik seperti analitikal kondisi keuangan perusahaan dan nilai jual-beli saat itu, untuk berinvestasi emas kamu hanya cukup bermodalkan akad jual-beli.

Ya, asalkan punya uang, selesai deh beli emasnya. Hehe, se-simple itu.

Siapapun bisa beli emas, tak peduli apa latar belakang pendidikan, usia, dan gendernya,

Untuk memantau harga emas pun bisa dilakukan melalui tabel atau website yang sudah disediakan oleh beragam penjualnya. Kita tinggal pilih saja, misal mau beli di Antam, UBS, atau Tokopedia.

Baca Juga: Perbedaan Emas Antam dan UBS
Alasan Kenapa Harus Investasi Emas

Kapan Waktu yang Tepat Beli Emas?

Lalu, kapan sih waktu yang tepat untuk membeli emas

1. Ketika Ada Uangnya

Terdengar klise, ya. Tapi memang benar. Sejauh ini prinsip saya dalam membeli emas sih jangan tunggu harganya turun. Belilah ketika punya β€œuang dingin” yang cukup, lalu β€œlupakan”.

Kenapa gitu? Karena kalau saya nunggu harganya turun, yang ada malah nggak jadi beli :’)

Daripada uangnya menguap, lebih langsung saya larikan ke emas, kan? Hehe..

Banyak orang yang merekomendasikan ke saya kalau beli emas ketika harga murah aja. Tapi kan kita nggak pernah tahu kapan harga emas akan turun. Memantu harga emas per hari juga menurut saya adalah kegiatan yang melelahkan. Jadi memang paling aman belilah emas ketika ada uangnya πŸ™‚

2. Dicicil?

Mencicil emas sungguhlah godaan terbesar seorang emak-emak. Hehe.

Gimana nggak, dengan DP (uang muka) yang murah dan cicilan yang masuk akal, rasanya meyicil emas adalah salah satu cara untuk mendapatkan emas dengan mudah. 

TAPI, saya sih biasanya hitung-hitungan dulu. Apakah harga emas di masa mendatang ketika cicilannya sudah selesai itu sebanding dengan harga emas di tahun selesai cicilan?

Biasanya pakai hitung-hitungan kasar aja sesuai dengan persentase kenaikan emas selama satu tahun terakhir.

Kalau hitungannya masuk atau selisih dikit, cus cicil. Kalau ngga ya jangan dipaksa daripada nyusahin diri sendiri.

Tapi kalaupun terpaksa harus nyici, saya lebih suka arisan emas, sih. Karena pertama arisan emas itu bikin deg-degan, ada sensasi nunggunya gitu siapa yang akan dapet selanjutnya. Dan, lebih ke arah silaturahmi sih. Wkwk, emak-emak.

3. Menabung Emas

Kalau ini sih sudah saya bahas beberapa kali ya.

Menabung emas mungkin akan terasa lebih baik daripada menyicil karena tiap bulannya tidak ada β€œkewajiban” harus membayar sejumlah tertentu.

Tapi kontranya, saya tidak bisa melihat fisik emasnya tersebut. Emas yang dibeli masih dalam bentuk saldo tabungan dan harus dicairkan dengan menambahkan biaya tertentu lagi.

So far saya juga masih punya tabungan emas kok. Sebagai orang yang clumsy, saya pikir dengan menabung emas bisa meminimalisir penyimpanan emas fisik atau batangan.

Jadi ketika suatu saat membutuhkan dana investasinya, tinggal dicairkan saja sesuai dengan harga emas di saat itu. So simple, kan?

Baca Juga: Begini Cara Mudah Menabung Emas

Nah, setelah mengetahui beberapa alasan kenapa kamu harus investasi emas, kira-kira mulai tergerak nggak nih untuk bongkar tabungan dan membeli emas? Hehe..

Anyway, tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri, ya, dalam berinvestasi emas dan memiliki sedikit latar belakang bekerja di perusahaan yang salah satu fokusnya adalah investasi emas.

Jadi feel free to discuss or argue. Semakin kita ngobrol akan semakin seru dan tentunya makin sama-sama belajar dan membuka wawasan πŸ™‚

Yuk sharing pendapat kalian di kolom komentar!

Baca juga:
Beberapa bulan belakangan ini saya lagi rutin mencoba skincare lokal. Seru banget sih karena sekarang mulai bermunculan banyak produk skincare…
33
0
Comments herex
()
x