Pilih Laman

Beberapa bulan belakangan, saya selalu flashback dan berpikir tentang karir, pencapaian, dan rencana kedepan. Mungkin karena beberapa pergantian karir yang saya alami dalam waktu yang lumayan cepat beberapa tahun ini. Menjadi seorang ibu di rumah, ibu pekerja, kembali ke ibu di rumah lagi, lalu menyesuaikan fokus dan goals yang berubah, dan pergolakan lain yang menguras tenaga untuk selalu berpikir kreatif. Beruntungnya di zaman serba digital seperti sekarang, banyak sekali aplikasi siap kerja yang bisa membantu saya memfasilitasi segala kebutuhan dalam satu genggaman. Yuk kita ngobrol tentang hal ini!

Tentang Karir

Salah satu mantra yang selalu saya pegang ketika mulai bekerja adalah, β€œYour future depends on what you do today.” Itu beneran ngaruh banget sih karena memang, karir apa yang kamu pilih, itu selalu berkaitan dengan karir selanjutnya yang akan kamu dapatkan.

Misal nih, ya, saya memulai karir di dunia digital dan jurnalistik, maka portfolio yang akan saya punya dan bangun akan berada disekitar bidang tersebut. 

Lebih bagus lagi kalau misal ada pekerjaan sampingan atau hobi yang bisa dikembangkan, menghasilkan, dan memiliki client. Selain bisa menambah income dari segi keuangan, juga bisa dijadikan sumber meningkatkan kemampuan profesional yang nanti akan berpengaruh dalam daftar pengalaman kerja.

Baca juga: Persimpangan Jalan yang Menyenangkan

diaz bela jurnalis

Bagaimana Cara Membangun Karir?

Sesuai dengan pengalaman saya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun karir yaitu dengan cara mempertimbangkan kemampuan dan pasar yang ada, serta membangun personal branding. Atau dalam bahasa ringkasnya upskilling dan reskilling.

Skill vs Market

Kebutuhan industri itu terus berubah dan berkembang, Dulu mana kepikiran kan bisa kerja dari rumah hanya dengan modal laptop dan internet, eh sekarang malah bisa dilakoni. Contoh lainnya, dulu juga mana kebayang bisa akses informasi tanpa baca koran atau nonton tv. Sekarang juga semua bisa dilakukan melalui smartphone.

Karena itulah penting sekali memiliki cara belajar efektif, meningkatkan kemampuan, dan skill mumpuni yang bisa bertahan di tengah perubahan zaman. 

Alan Sheng, dalam artikelnya pernah menulis beberapa poin yang bisa membantu kita meningkatkan skill dan bertahan dalam pasar kerja yang kita geluti, diantaranya:

  • Kompetensi
    Apakah kamu punya pemahaman yang cukup tentang skill yang dimiliki? Are they transferable across different industries? 
  • Sertifikasi
    Perbanyak sertifikasi yang menunjang skill yang dimiliki.
  • Bertumbuh dan berkembang
    Apa siap untuk bersikap adaptif terhadap perubahan?
karir market personal branding diaz bela

Sebagai alumni jurusan Ilmu Komunikasi dan berkarir pada bidang yang sesuai dengan kompetensi jurusan, saya merasa beruntung karena bidang ini terus berkembang, adaptif, dan banyak dibutuhkan baik untuk perusahaan maupun personal. 

Maka sekarang harus refleksi lagi, sih, siap nggak untuk berkompetisi dengan perubahan? Dan harus siap juga untuk β€œberlari” karena bagaimanapun bidang ini banyak sekali peminatnya. Jadi tetap harus upskilling dan reskilling dan ditunjang dengan karya atau portfolio yang bisa dibanggakan. Seenggaknya membanggakan diri sendiri lah, hehe.

Baca juga: Liputan Muslim Travelers

Personal Branding

Zaman sekarang kayaknya penting banget deh punya personal branding, minimal yang bisa menjelaskan tentang siapa kamu dan apa tujuanmu membangun personal branding tersebut.

Gimana sih cara meningkatkan personal branding?

Topik ini sebenernya deket banget dengan pengaplikasian media sosial dalam kehidupan sehari-hari karena media sosial merupakan salah satu cara meningkatkan personal branding.

Misalnya nih, aku ingin membangun branding di media sosial sebagai seorang content writer dan lifestyle blogger, jadi postinganku di media sosial akan terkait dengan hal-hal tersebut. Bangun identitas dari apa yang kamu posting di media sosial ini bisa jadi caranya.

Baca juga: Ke Osaka, Yuk!

Tentang Berpikir Kreatif

Looking back, berpikir kreatif adalah sumber dari segala kemajuan dan pemecahan masalah. 

Biasanya nih, creative thinking ini bisa terbentuk secara natural pada orang berdasarkan dengan pengalaman dan referensi orang tersebut dalam suatu hal. Pengalaman dan referensi didapatkan dari banyak hal seperti tontonan, bacaan, hingga tren yang sedang terjadi. Semakin banyak referensi yang dimiliki, biasanya akan cenderung lebih kreatif dalam melihat suatu masalah.

Tapi, creative thinking ini juga bisa dibangun dengan cara ATM yaitu, Amati, Tiru, Modifikasi. Cara ini sih yang biasanya lebih efektif ketika aku bekerja dengan pacing yang cepat dan dengan banyak orang. Apalagi ranah kerjaku itu berkutat dalam kerjaan yang serba dinamis. Jadi untuk mengasah pola berpikir kreatif, harus banyak sekali referensi dan ATM yang dimiliki.

Baca juga: Mencari Kineruku

Tentang Aplikasi Siap Kerja di Zaman Digital

Aplikasi belajar online kursus online gratis

Dari tadi ngomongin generasi digital terus dan belum sah rasanya kalau nggak ngebahas mengenai aplikasi belajar online yang sekarang sudah buanyak banget ada di internet.

Ya, dengan banyaknya kursus online gratis ini kita bisa dengan mudah mengakses materi, upskilling, dan reskilling dari banyak pilihan topik pembelajaran yang tersedia.

Belajar gak ribet lagi dan sebuah solusi memang untuk kamu yang ingin cara belajar efektif melalui aplikasi belajar online.

Baca juga: Microlearning di QuBisa

Kursus Online Gratis Bersama QuBisa

Salah satu aplikasi pembelajaran yang aku favoritkan adalah QuBisa. Kalau dulu aku mencoba QuBisa melalui website, kini aku coba melalui aplikasi dan wow ternyata lebih nyaman! Aplikasinya sangat user friendly dan mudah untuk digunakan!

Dengan berbagai tema skill pembelajaran mulai dari dunia kerja, finansial, hingga tips pengembangan karir semua ada disini. Materi yang disampaikan juga terbagi dalam beberapa pilihan seperti microlearning, webinar, dan kursus.

Beberapa kelas juga ada yang bisa diakses secara gratis. Yang berbayar juga harganya terjangkau, kok, dan biasanya sudah termasuk dengan sertifikat keikutsertaan.

Dan yang paling aku suka nih, di QuBisa setiap orang dapat menjadi pembelajar. Jadi nggak heran kalau ada pemateri yang berasalkan dari universitas, industri, atau bahkan profesional yang menyajikan materi sesuai dengan kompetensinya.

Tentang Karir, Berpikir Kreatif, dan Aplikasi Siap Kerja di Zaman Digital diazbela

Aku baru saja menyelesaikan kursus Thinking Skill & Creativity oleh Rinandita Wikansari, seorang psikolog di bidang pendidikan. Kelasnya seru banget, bertaburan ilmu dan tentunya: gratis! Hehehe..

Kelas dibagi menjadi 10 materi video pendek, jadi tidak jenuh dan bosan ketika belajar. Semua materi disampaikan secara padat dan jelas, daging semua lah, isinya! Beberapa poin dari materinya juga sudah aku rangkum di atas.

Seneng deh karena ternyata meningkatan kemampuan belajar melalui kursus di QuBisa itu mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Belajar gak ribet lagi, deh!

Baca juga: A Leader’s Perspetive

Lomba Blog QuBisa

Lomba blog qubisa upskilling dan reskilling diazbela

Oh ya, sampai tanggal 10 Desember nanti, QuBisa juga menyelenggarakan lomba blog, lho! Dengan total hadiah 10 juta rupiah, event ini tentunya cocok buat kamu yang ingin mengasah kemampuan menulis blog. Yuk segera download aplikasi QuBisa di App Store dan Play Store, dan jangan lupa ikutan lombanya, ya!

Kamu juga bisa nih menulis tentang karir, berpikir kreatif, atau tema lain yang berkaitan dengan aplikasi siap kerja di zaman digital, lho. Hehe.. Good luck! πŸ™‚

Baca juga: Mengelola Keuangan di Masa Pandemi

Baca juga:
Di usianya yang ke-3 tahun ini, Baby D suka sekali bernyanyi. Sebenarnya sudah semenjak usia 2 tahun, sih, tapi sekarang…
140
0
Comments herex
()
x