• #16 Open

    Source Motsach sepi siang itu. Hanya seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk di balik meja pengunjung. Ia sedang sibuk membereskan sisa minuman orang yang datang sebelumnya. Pintu bergemerincing lagi, seorang lelaki muda masuk ke dalam Mostach. Perawakannya tinggi kurus…

  • #15 – Motsach

    Motsach masih berdiri kokoh disana. Pintu tidak pernah berhenti bergemerincing, setiap menit ada saja orang yang keluar masuk. Motsach masih berdiri kokoh, bersiap menjadi saksi bisu atas kisah-kisah yang mengalir dari bibir-bibir penungnjungnya. [3…] Baca cerita sebelumnya disini

  • #14 – Today

    Hanya hari ini, ia merasa semuanya akan baik-baik saja.Kakinya baru saja menginjak tanah Indonesia beberapa jam yang lalu.Masa depannya dibentuk sebentar lagi.

  • #13 In Repair

    Source Sella bertaruh pada waktu, menggaransikan cintanya pada hitungan detik yang ia punya. hasilnnya? Nihil, cinta itu busuk sebelum waktunya. Ia pernah membaca sebuah buku, katanya, cinta punya batas kadaluarsanya jika kau menggaransikannya pada waktu. Kini semua terbukti. Rasa cintanya…

  • #12 – Beautiful Tragic

    Source Hati manusia menyimpan dua misteri. Pertama, bagaimana ia dibuat. Kedua, bagaimana ia berfungsi. Armand heran. Hati yang ia pikir telah lama terpatri akhirnya liar juga. Berlari mencari garis finish baru dengan segala kecamuk yang diciptakannya. Hatinya bagai bagian yang…

  • #11 It Still Rains

    Source Hujan masih mengguyur kota, menyajikan pemandangan sendu untu Travng yang sedang duduk bersandar dan melihat pemandangan kota dari dalam taxi. Sebagai seorang backpacker, naik taksi menuju tempat tujuan merupakan keadaan haram nomor satu di list-perjalanannya. Namun apa dikata, tenaganya…

  • #10 When It Rains

    Photo by Me. Hujan tidak pernah selebat hari ini. Guntur menggelegar bersahutan tanpa henti, bulir air hujan bagai kerikil yang menghujam genting-genting, angin dingin berhembus dengan kekuatan yang mampu membalikkan payung setiap orang yang berani keluar rumah. Semeseta seperti berkonspirasi…

  • #9 Welcome

    Travng menginjakan kakinya di Indonesia. Destinasi negara pertamanya dalam rute Asean travel. Ia membopong ransel besarnya dan bergegas mencari penginapan. Perjalanan membuatnya jetlag. Ia sangat lelah, pelupuk matanya seperti digantungi oleh pemberat 10kg. Ia lalu mendekati seorang supir taxi dan…

  • #8 Somewhere Only We Know

    Source Lelaki itu hanya bisa menatap Dinda dalam diam. Terlalu banyak penjelasan dalam air mata kekasihnya yang bisa ia tangkap. “Udah dong…” Lelaki itu berusaha menenangkan Dinda. “Kenapa kita kayak gini sih? Kenapa kita terlalu berani?” tanya Dinda. Lelaki itu…

  • #7 Tangled Threads

    Source   Dinda masih duduk didalam Mostach. Gelasnya sudah diganti dengan yang baru, segelas ice banana blue untuk kembali menyegarkan pikirannya. Ia kembali menyulut sebatang rokok, rokok ketiga yang ia hisap setelah Sella memutuskan untuk pulang dan beristirahat, menutup harinya…