Pilih Laman

Salah satu hal yang harus dipahami dalam pengelolaan keuangan terutama untuk yang sudah berkeluarga adalah tentang cara mengelola dana pendidikan untuk anak. Hal ini sangatlah penting karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana cash flow bulanan yang kita miliki, apakah akan terus naik, cenderung stagnan, atau malah, (amit amit ya) terhenti tidak punya pendapatan. Maka dari itu, perencanaan biaya pendidikan untuk anak itu sangat penting.

Belum lagi biaya pendidikan anak yang cenderung naik terus tiap tahunnya. Jadi makin deg-degan aja kan menghadapi biaya sekolah untuk anak? Sebenarnya ada beberapa instrumen investasi yang bisa digunakan sebagai pemenuhan biaya pendidikan anak. Salah satu yang mungkin familiar adalah asuransi pendidikan. Nah berikut aku mau bahas nih apa saja nih yang perlu diperhatikan dalam memilih asuransi pendidikan.

Membuat Rencana Pendidikan untuk Anak

Cara memilih asuransi pendidikan yang pertama kali ini adalah rencana pendidikan untuk anak. Sebelum melirik penawaran dari sejumlah perusahaan asuransi, lebih baik untuk  terlebih dahulu membuat rencana pendidikan anak sesuai dengan target yang dimiliki.

Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi pilihan asuransi pendidikan yang tepat. Tanpa ada rencana pendidikan yang jelas, target dana pendidikan pun tidak akan mudah dicapai. Maka lebih baik direncanakan dulu, jenjang sekolah mana dan sekolah mana yang akan dituju. Kalau masih ragu, bisa juga dengan melakukan riset biaya pendidikan dengan tambahan inflasi tahunan.

1. Tentukan Keuangan Sesuai Dengan Rencana Pendidikan

Setelah menentukan rencana pendidikan berikut daftar sekolah yang dikehendaki, anda perlu melakukan riset soal biaya pendidikan saat ini untuk mengetahui perkiraan biaya sekolah di masa mendatang. Anda bisa cari tahu dari para orang tua yang menyekolahkan anaknya disana, kira-kira membutuhkan biaya berapa mulai dari awal masuk hingga lulus sekolah.

Dengan mengetahui hal tersebut, maka anda bisa memperkirakan besaran biaya pendidikan untuk masa mendatang. Selain itu anda juga bisa menentukan jumlah dana yang tepat sesuai dengan target pendidikan yang sudah direncanakan tadi.

2. Kenali Perusahaan Penyadia Asuransi

Cara memilih asuransi pendidikan selanjutnya adalah mengenali perusahan penyedia asuransi tersebut. Karena saat ini sudah banyak sekali perusahaan yang menyediakan layanan asuransi pendidikan, untuk itu para orang tua milenial harus bisa selektif.

Tidak hanya mengenai nama besar perusahaan tersebut, lebih dari itu harus paham soal kekuatan keuangan perusahaan tersebut, meliputi aset liabilitas, serta kualitas tenaga kerja. Yang tak boleh ketinggalan, adalah track record perusahaan tersebut yang nantinya bisa anda jadikan bahan pertimbangan.

3. Pilih Produk yang Fleksibel

Asuransi pendidikan dengan menabung ini dua hal yang berbeda, dimana untuk asuransi ini tidak bisa anda tarik kapan saja sesuai kebutuhan. Asuransi ini merupakan investasi jangka panjang bisa diklaim ketika anak mencapai usia tertentu dan bersiap masuk sekolah pada jenjang lebih tinggi.

Maka dari itu pilihlah polis yang fleksibel serta menguntungkan, bisa diklaim sewaktu-waktu untuk penuhi kebutuhan pendidikan anak.

4. Cari Tahu Manfaat Tambahan Dari Produk Asuransi

Cara memilih asuransi pendidikan untuk anak yang terakhir kali ini adalah cari tahu manfaat yang diberikan pada produk asuransi tersebut. Tak bisa dipungkiri jika ‘bonus’ menjadi suatu hal yang diinginkan banyak orang, terlebih jika itu ada kaitanya dengan asuransi anak.

Tidak ada salahnya anda menanyakan hal ini, karena itu menjadi hak anda sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih produk asuransi tersebut, Bonus yang dimaksud ini bisa berupa proteksi jiwa atau kesehatan, serta hal lain untuk kebaikan anak. Jika dirasa cocok dan harganya sesuai, maka anda bisa menggunakannya.

Kelebihan dan kelemahan Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan terbaik

Meskipun begitu menggiurkan, namun yang pasti asuransi pendidikan tetap ada kelebihan dan kekurangannya yang harus anda pahami. Apa saja itu? 

kelebihan asurasni pendidikan yang pertama, anda akan menjadi orang yang disiplin dalam menyisihkan dana setiap bulan untuk masa depan anak. Hal ini dikarenakan, setiap kali anda telah dalam memberikan setoran selama beberapa bulan, maka asuransi tersebut dinilai batal, dan anda akan mendapatkan denda administratif apabila ingin melanjutkan asuransi pendidikan tersebut.

Selanjutnya, imbal hasil investasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga tabungan, umumnya bisa mencapai 15%. Yang ketiga, didalam asurasni ini memiliki nilai pertanggungan yang besarnya tergantung pada premi bulanan yang telah dibayarkan.

Apabila nasabah yang diasuransikan ini meninggal dunia, maka ahli warisnya bakal mendapatkan nilai pertanggungan dari perusahaan serta hasil investasi dari asuransi pendidikan yang telah diajukan.

Lalu untuk kelemahan asuransi pendidikan yang perlu anda ketahui adalah, biaya administrasi yang dibayarkan biasanya cukup banyak sehingga bisa mengurangi imbal hasil nantinya. Terkadang imbal hasil kurang, sehingga tujuan dana pendidikan tidak tercapai karena perhitungan ternyata tidak sesuai.

Dan kelemahan yang ketiga adalah, tidak ada jaminan dari pemerintah mengenai asuransi pendidikan tersebut. Cukup sekian dulu ulasan kali ini mengenai cara memilih asuransi pendidikan anak beserta kelebihan dan kelemahannya, semoga ulasan ini bermanfaat dan bisa jadi bahan pertimbangan anda nantinya.

Baca juga:
Pertanyaan yang cukup sering dilontarkan kepadaku dan diantara teman-teman sebayaku ketika usia kami di late 20 sampai sekarang, early 30,…
19
0
Comments herex
()
x