Pilih Laman

#17 Chapter

SourceTravng melangkahkan kakinya memasuki Mostach disambut gemerincing lonceng di depan pintu. Mostach. Kata itu terus terngingang-ngiang di kepalanya sejak pertama kali ia melihat papan nama itu seminggu yang lalu.Sore itu Travng ingin menikmati senja, maka ia...

#16 Open

SourceMotsach sepi siang itu. Hanya seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk di balik meja pengunjung. Ia sedang sibuk membereskan sisa minuman orang yang datang sebelumnya. Pintu bergemerincing lagi, seorang lelaki muda masuk ke dalam Mostach. Perawakannya tinggi...

#15 – Motsach

Motsach masih berdiri kokoh disana. Pintu tidak pernah berhenti bergemerincing, setiap menit ada saja orang yang keluar masuk. Motsach masih berdiri kokoh, bersiap menjadi saksi bisu atas kisah-kisah yang mengalir dari bibir-bibir penungnjungnya.[3…]Baca cerita...

#13 In Repair

SourceSella bertaruh pada waktu, menggaransikan cintanya pada hitungan detik yang ia punya. hasilnnya? Nihil, cinta itu busuk sebelum waktunya. Ia pernah membaca sebuah buku, katanya, cinta punya batas kadaluarsanya jika kau menggaransikannya pada waktu. Kini semua...

#12 – Beautiful Tragic

SourceHati manusia menyimpan dua misteri. Pertama, bagaimana ia dibuat. Kedua, bagaimana ia berfungsi.Armand heran. Hati yang ia pikir telah lama terpatri akhirnya liar juga. Berlari mencari garis finish baru dengan segala kecamuk yang diciptakannya. Hatinya bagai...

#11 It Still Rains

SourceHujan masih mengguyur kota, menyajikan pemandangan sendu untu Travng yang sedang duduk bersandar dan melihat pemandangan kota dari dalam taxi. Sebagai seorang backpacker, naik taksi menuju tempat tujuan merupakan keadaan haram nomor satu di list-perjalanannya....

#10 When It Rains

Photo by Me.Hujan tidak pernah selebat hari ini. Guntur menggelegar bersahutan tanpa henti, bulir air hujan bagai kerikil yang menghujam genting-genting, angin dingin berhembus dengan kekuatan yang mampu membalikkan payung setiap orang yang berani keluar rumah....