• Curhat,  Skripsi Krispi

    Ice Chocolate Velvet Oreo

    Saya sebel banget hari ini. Dari tadi tengah malem dimarahin terus sama Ndoro Kakung perihal UNU 600. Iya, saya ngerti kalau saya emang lagi kegandrungan banget sama RM. Tapi ya sebel aja gitu, saya kan nontonnya di sela-sela ngerjain UNU 600. Tapi tetep aja dibawelin. Diteleponin dari tengah malem sampe tadi siang. Diingetin terus, ditegur terus, dimarahin terus. Capeeek~ Di kosan juga saya bosen. Jenuh, panas, sumpek, nggak mood buat baca buku. Panas jogja juga nggak bisa kompromi hari ini. Nyengat sampe kipas angin aja nggak mempan. Males di marahin lagi, saya akhirnya cabut ke Coklat. Ngadem, ngenet, sekalian baca-baca dan (kalau dapet ide) nulis. So here i am, sendirian…

  • Buku,  Curhat,  Damn,  I Think...,  Life,  Sensitif

    Kritik Menggelitik

    Rasanya kayak digelitik tapir yang lagi ngamuk di ragunan. Saya geli banget baca tulisan di notes facebook seseorang yang nggak saya kenal. Ia mengkritik kalau beberapa buku yang ia temukan di toko buku atau perpustakaan “hanyalah sampah yang tak layak dibaca, yang beruntung dipungut penerbit” (yang saya kasih tanda kutip itu asli saya copy dari notes-nya.) Geram? Iya. Apa patokan dia menilai buku-buku tersebut? Bukankah seorang pembaca, sama dengan penulis, berhak untuk masuk dan turut meliarkan imajinasinya dalam membaca setiap buku? Buku apa yang ia anggap sebagai “sampah” itu? Harus berkriteria seperti apa emangnya buku yang layak terbit dan layak masuk di perpustakaan itu? Membaca adalah kegiatan yang lahir dari…

  • Curhat,  Damn,  UTS

    Augment Image

    Kadang saya bingung ketika perasaan dan ekspresi tidak bisa diungkapkan dengan baik. Saya bukan tipe orang yang mudah memulai sesuatu, apalagi yang berkaitan dengan diri sendiri. Saya lebih sering mendengarkan daripada bercerita. Bukannya tidak mau bercerita, tapi memang begitu siklus dan posisinya. Saya juga sih yang terlalu menyebalkan, ingin selalu dimengerti tanpa berkata apa-apa. Saya juga sih yang salah, karena saya lupa tidak semua orang berpikir seperti apa yang saya tangkap. Karena itulah saya merasa bahwa saya adalah sebuah augment image yang terbentuk dari brand identitiy dan brand image yang terbentuk dari pribadi saya. Ya, saya adalah augment image, yang tidak sengaja terbangun dari dua komponen tersebut. “Tidak sengaja” terbangun, tapi “benar”. Suka? Maaf maaf saja, tapi saya…

  • Curhat,  Damn,  I Think...,  Sensitif

    Senggol Bacok

    Ini tulisan tentang emosi, dan yang saya benci.Saya benci orang yang sok tahu.Saya benci orang jujur yang ngomong nggak pada tempatnya.Saya benci orang yang nggak tahu situasi dan kondisi, dan tetap nyerocos ngomong kayak orang gila.Saya benci orang yang nggak tau siapa sebenarnya saya, tape men-JUDGE saya kayak tahu segalanya tentang saya. Ya, ini tentang KAMU. Yang sok bisa menerka dan gila bicara, atau memang bicara karena gila?Saya gak suka sikap kamu, dan sampah yang keluar dari mulutmu.Selamat datang, di sudut pikir saya yang dulu saya jeruji, dan sekarang terbuka hanya karena ucapanmu.Selamat datang!!

  • Curhat,  Damn,  Galau,  Life,  Love Story

    Fiksi Untuk Sebuah Malam

    Yang sebenarnya saya butuhkan ketika ‘ini’ kembali terjadi adalah diam dan meresapi. Apa yang harus saya lakukan agar semuanya tak melebihi batas? Saat memejamkan mata dipenutup hari, saya selalu refleksi. Mengapa begini? Terjebak dan hampir jatuh untuk kedua kalinya. Ketegasan hilang ditutup rasa. Sungkan, enggan, dan menikmati. Kenapa saya menjadi seringan ini? dimana bantingan kuat yang memekakan telinga?  Yang saya butuhkan hanyalah segelas air putih untuk pendamping obat. Bukan, bukan bantuan wafer cokelat yang dikunyah halus seperti kemarin malam. Refleksi, refleksi, Diaz. Dua puluh-mu menanti. Siap menerkam dan menghantui. Apa yang telah kamu lakukan untuk perubahan?? Sahabatku, usai tawa ini, Izinkan aku bercerita:Telah jauh, ku mendaki. Sesak udara di atas puncak khayalan. Jangan…