• Kutub

    Waktu berlalu. Hidup berjalan. Orang berubah. Pun saya.Singkirkan definisi baik dan buruk yang kamu ketahui. Definisi itu, tidak berlaku dalam apa yang sedang saya hadapi. Sini, mendekat dan dengarkan…Hidup selalu mempunyai dua sisi. Dua sisi yang selalu berlawanan. Kita tidak…

  • Kritik Menggelitik

    Rasanya kayak digelitik tapir yang lagi ngamuk di ragunan. Saya geli banget baca tulisan di notes facebook seseorang yang nggak saya kenal. Ia mengkritik kalau beberapa buku yang ia temukan di toko buku atau perpustakaan “hanyalah sampah yang tak layak…

  • Gloomy Wednesday

    Tidak ada yang salah dengan hari itu kecuali saat saya marah dengan diri sendiri. Hari yang terlalu sepi untuk bercerita dan berbagi, maka saya memilih untuk bungkam. Lega rasanya setelah menangis sesendu itu. Sebelumnya saya sampai lupa kapan terakhir kali…

  • Augment Image

    Kadang saya bingung ketika perasaan dan ekspresi tidak bisa diungkapkan dengan baik. Saya bukan tipe orang yang mudah memulai sesuatu, apalagi yang berkaitan dengan diri sendiri. Saya lebih sering mendengarkan daripada bercerita. Bukannya tidak mau bercerita, tapi memang begitu siklus…

  • Senggol Bacok

    Ini tulisan tentang emosi, dan yang saya benci.Saya benci orang yang sok tahu.Saya benci orang jujur yang ngomong nggak pada tempatnya.Saya benci orang yang nggak tahu situasi dan kondisi, dan tetap nyerocos ngomong kayak orang gila.Saya benci orang yang nggak…

  • Fiksi Untuk Sebuah Malam

    Yang sebenarnya saya butuhkan ketika ‘ini’ kembali terjadi adalah diam dan meresapi. Apa yang harus saya lakukan agar semuanya tak melebihi batas? Saat memejamkan mata dipenutup hari, saya selalu refleksi. Mengapa begini? Terjebak dan hampir jatuh untuk kedua kalinya. Ketegasan…

  • Kelabu

    Kapan seseorang akan belajar mengerti? Pertanyaan itu terlintas tak sengaja ketika saya memikirkan sesuatu yang kelabu. Saya sedang berpikir, apakah yang saya lakukan ini baik? Inilah saya, kadang terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain. Seperti mampet. Kalau diibaratkan nyanyian, saya hanya…

  • JENUH!

    1. Kita hidup dalam batasan privasi. Aku memang terbuka, tapi tidak untuk yang ini. Jangan mencoba menjadi ucapanku, yang aku sendiri pun belum tentu akan mengucapkannya. 2. Waktu memburuku. Bahkan tanpa spasi dan tak ada kata “sempat”. Mereka memburuku. Dengan…

  • Bohong: Kata Tanpa Makna

    Dialog ini terjadi ketika saya dan Astiti sedang memperingati hari galau. Hari galau adalah hari setelah kita bercerita panjang lebar tentang keluh kesah kehidupan (lebay). Hahaha.. Jadi gini, malam itu saya dan astiti sih niatnya cuma muter-muter gak jelas ke…