• fiksi,  Love Story

    Lost

    Source Ada yang hilang dari sorot matanya. Mata yang biasanya menatapku tajam itu tiba-tiba melunak, hampa tanpa harapan. Menyisakan bertubi-tubi pertanyaan yang sekaligus membuatku lemas. Ia sedang tidak baik-baik saja. Kerutan juga makin jelas terlihat di keningnya yang dulu dipenuhi guratan melengkung karena tawa. Alis matanya menyatu, mendesak seperti pikirannya yang sedang memikirkan sesuatu yang entah apa. Dan jangan kau tanyakan bagaimana ekspresi bibirnya. Ia tak lagi menyimpulkan senyum, menenggelamkan sepasang lesung pipi tidak simetris yang aku suka. Ada yang lepas dari genggaman tangannya. Ia tidak sehangat dulu. Genggamannya membuatku hilang diantah-berantah. Jari-jarinya hanya menyapa tanganku lemas, bukan mantap seperti yang biasa ia lakukan dulu. Seakan meninggalkanku untuk berlari sendiri…

  • fiksi

    Ambivalensi

    Dalam Kilat mata itu, ada keraguan yang dipendam sejak lama. Yang muncul sesekali ketika disulut, seperti anjing berkepala tiga tanpa petikan kecapi pengantar tidur. Hanya pada malam sorot mata itu berkiblat. Dibawah sinar bulan, ia bercerita sambil bersandar di tetes embun pertama. Wajahnya bermandikan sinar biru. Bulan malam mini kurang bersahabat. Hari ini pikirannya bagai terminal pertanyaan. Apa yang menghantuinya? Diam-diam mencuri satu-satunya yang ia punya. Membuatnya gila dan menghentikan saluran oksigen ke kepala. Seperti budak yang menghamba, Kilat takluk dengan bisu. Perlahan tumbuh pertanyaan yang terus mengakar, hidup, berevolusi menjadi hama penghancur segala. Lalu semuanya terasa asing. Sebelum gelap meninggalkan tanda tanya besar. Lalu aku disini, berdiri menghadap cermin…

  • #FF2in1,  fiksi

    Kisah Petik #FF2in1 (2)

    Namaku Petik, usiaku 40 tahun, cukup tua untuk menjadi sejarah. Tak seperti biasanya, hari ini aku duduk di sudut ruangan menunggu siapapun yang datang dan turut meramaikan sanggar. Hmm, sebenarnya aku menunggu Neng Asih, perempuan sunda berusia dua puluh dua tahun yang selalu bisa membuatku tersenyum dan bersedih disaat yang bersamaan. Tidak ada yang tidak jatuh hati pada Neng Asih. Ia keturunan Kerajaan Sunda, darah Sunda mengalir kental dalam tubuhnya. Ia gemulai menarikan tari Jaipong, mendendang merdu Pupuh-pupuh Sunda, dan pintar memainkan alat musik klasik. Siapa yang tidak jatuh hati dibuatnya? Ini sanggar milik keluarga Neng Asih. Dia adalah generasi ke dua puluh yang mengelola sanggar ini. Dikumpulkannya anak-anak dari…

  • #FF2in1,  fiksi

    Sepasang Keping Uang Logam. #FF2in1 (1)

    Hatiku selalu perih ketika melewati toko sepeda. Aku selalu terbayang tangismu yang tiba-tiba pecah. Kau ingin sepeda, semua temanmu sudah punya. Kau selalu merengek padaku ketika melihat teman-teman sebayamu yang sudah memiliki sepeda roda tiga dan memainkannya di depanmu sambil membunyikan nyaring belnya. Hatiku seperti diiris, bagaimana tidak, sebagai kepala kelaurga aku akan bertanggungjawab penuh atas hakmu sebagai anak. Pendidikan adalah prioritas utamaku untukmu, dan yang sedang mati-matian berusaha kupenuhi. Semua tawaran nukang aku sanggupi demi sebongkah tabungan investasi pendidikanmu. Masih di luar toko sepeda, aku memandang sebuah sepeda mini roda tiga berwarna biru. Aku tahu sepeda itu pasti tak akan tahan terlalu lama. Tubuhmu terus tumbuh, Nak. Kau akan…

  • #FF2in1,  fiksi

    Sepatu #FF2in1 (2)

    Ucok berdiri dibawah tiang bendera. Matahari bersinar terik diatas kepala anak sepuluh tahun itu hingga bayang-bayangnya tak nampak karena dimakan telapak kakinya sendiri. Kaki, huh. Ucok menatap ke bawah. Tangan kanannya masih dimirigkan 45derajat sementara matanya memandang kakinya lekat-lekat. Sepatu putih. Karena sepasang alas kaki inilah dirinya dihukum berdiri sambil hormat dibawah tiang bendera. Ini hari senin, semua murid wajib memakai sepatu warna hitam untuk upacara. Ucapan Pak Kepala Sekolah masih terngiang-ngiang di benaknya. Ucok kesal. Toh bukan kemauannya jika sepatu warna hitam, satu-satunya yang ia miliki malah mengibarkan bendera putih tanda halusinasi yang berarti minta ampun untuk tidak dipakai lagi. Solnya megap-megap kehabisan lem, bagian depannya jebol karena dipaksa…