• #31harimenulis,  Kematian

    #31 Hai

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Sebelah rasa mati tertimbun dekapan dusta. Harapan datang bersama rasa. Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Kita sama-sama setuju bahwa waktu berjalan begitu lambat ketika kita sama-sama bosan, dan malah begitu cepat ketika kita mulai menikmati. Kepada yang pernah saya ceritai tentang kematian, hai. Kali ini yang mau ku lakukan bukan menurut ucapan maupun tindakan. Hidup ini untuk dijalani, dan kamu menjadi garis putih dalam aspal jalanan hidup yang kubuat. Pasti dilalui, ragu untuk dilintasi, dan tidak mungkin dilewati. Yang penting hanya jalan. Ya, hanya berjalan. Berjalan dibalik dekapan yang aman. Kepada yang pernah saya…

  • #31harimenulis,  Kematian

    #30 Hitam

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis source Ketika sedang berduka, dominasi warna yang dipilih atau yang ditampakan adalah hitam. Terlepas dari warna khas pelayat tanda berduka, warna hitam juga sering dikaitkan dengan hal-hal lain. Kenapa duka, sedih, dan kehilangan di representasikan dengan warna hitam? Entahlah, sama saja dengan pertanyaan: kenapa pink identik dengan warna cinta?  Anyway, Budhe Wiki (Wikipedia maksudnya :p) memiliki definisi tersendiri mengenai hitam: Hitam dalam definisi ideal adalah representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap. Dalam banyak kebudayaan, hitam sering diasosiasikan sebagai hal buruk. Misalnya istilah ilmu hitam atau gelap mata. Namun ditemukan pula pengaruh positif dari penggunaan hitam seperti memperlihatkan ketegasan. Hitam juga bersifat kuat, sehingga tidak mudah…

  • #31harimenulis,  Kematian

    #29 Hantu

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis Konon, jiwa manusia yang telah berpulang tapi masih belum menuntaskan “kepentingannya” di bumi akan terjebak di bumi dan menjadi hantu. Tapi tidak hanya manusia, mahluk hidup lain juga bisa menjadi hantu, bahkan sebelum mereka meninggal. Yep, burung. Burung hantu. Source Entah kenapa namanya burung hantu. Apakah masih ada hubungannya dengan hal-hal mistis? Saya tahu burung hantu memang bisa melayang, tapi kakinya juga bisa menapak di tanah, dan masih saja di sebut Burung Hantu. Aneh kan? Sama saja seperti Burung Kakak Tua. Kapan dia mudanya ya kalau pas baru lahir aja langsung dipanggil Burung Kakak Tua? -_- Anyway, Burung Hantu bisa menjadi objek…

  • #31harimenulis,  Kematian

    #28 Cincin Saturnus

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis Source Saya percaya akan kehidupan di luar angkasa sebesar saya percaya bahwa Circle Crop di Sleman kemarin adalah bukan buatan manusia. Entah kenapa akal saya terlalu cepat untuk percaya pada misteri antariksa. Padahal saya sama sekali tidak mempuanyai bukti ilmiah. Tapi saya percaya. Seperti pertanyaan yang pernah saya lontarkan di beberapa postingan sebelumya, kemana orang-orang pergi dalam keabadian? Apakah jiwa mereka yang telah tiada bersembunyi dibawah laut? atau di gelapnya antariksa? Untuk hal ini, mari mengandai-andaikan mereka digiring ke antariksa. Salah satu film yang pernah saya tonton mengatakan bahwa ketika seseorang meninggal, ia akan menjadi bintang baru. Maka tak heran ketika antariksa…

  • #31harimenulis,  Kematian

    #27 Mati

    KEMATIAN — adalah tema ketiga saya dalam proyek #31harimenulis Yang seperti apa baru bisa disebut mati? Yang jasadnya terkulai dan tidak bernapas, atau yang pemikirannya berhenti dan hanya mengikuti arus? Yang seperti apa baru bisa disebut mati? Yang tidak bisa berpikir? atau yang berhenti berpikir? Yang seperti apa baru bisa disebut mati? Yang hatinya berhenti menghasilkan empedu, atau yang hatinya berhenti mengasihi? Yang seperti apa baru bisa disebut mati? Apakah sebenarnya kita sudah mati? Jasad, pikiran, dan perasaan. Beberapa komponen yang menunjang eksistensi manusia dan serta merta mengukuhkan keber’ada’an manusia. Apakah kita (telah) hidup untuk memanfaatkannya? Baru saja saya sedikit merenung, apakah saya sungguh ‘menghidupi’ komponen biologis dan psikologis yang saya…