Pilih Laman

Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi di internet. Cryptocurrency berasal dari kata “cryptography” yang berarti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang.

Tentu kalian sudah familiar dengan Bitcoin kan?

Nah, Bitcoin ini adalah salah satu dari sekian banyak cryptocurrency yang beredar di dunia maya. Walau sempat menjadi perdebatan, nilai 1 Bitcoin per Januari 2021 sudah setara 30.000 dolar AS, lho. WOW ya.

Seiring dengan perkembangan zaman, cryptocurrency memiliki tambahan fungsi, nggak hanya sebagai alat transaksi di internet saja, tapi juga sebagai sarana investasi atau biasa disebut Crypto Investment.

Karena ternyata lumayan banyak juga lho yang tertarik untuk membeli aset berbentuk digital. Jadi kalau kamu adalah salah satunya, jangan sampai gegabah dalam memulai investasi digital ini ya.

Baca juga: Perbedaan Emas Antam dan UBS

Crypto Management, Langkah Awal Investasi Digital.

Investasi Cryptocurrency Diaz Bela

1. Ketahui Keamanan Cryptocurrency

Terdapat beragam jenis bursa cryptocurrency di dunia maya seperti Bitcoin, Litecoin, Ethereum, dan lain-lain. Sebelum melakukan transaksi jual beli, keamanan tentu harus dipertimbangkan.

Jadi, pilihlah bursa yang menyediakan keamanan 2FA (Two Factor Authentication) sebagai standar keamanan mereka.

Lalu perhatikan jenis 2FA yang digunakan, apakah Google Authenticator, Yubikey, Authy, atau yang lainnya.

Setiap jenis bursa memiliki tingkat keamanan dengan jenis berbeda sesuai yang digunakan.

Misalnya, bursa yang menggunakan sistem peer-to-peer menggunakan standar keamanan Google Authenticator untuk meningkatkan keamanan akun pengguna dan meminimalkan peretasan akun.

Jadi jika anda ingin melakukan staking btc, pastikan anda tahu sistem keamanannya.

2. Pahami Metode Pembayaran

Ada banyak cara untuk membeli Bitcoin, tergantung pada jenis exchange yang dipilih. Beberapa layanan bursa memerlukan penggunaan transfer cryptocurrency dari exchange, ada pula yang cukup simple hanya melalui layanan transfer bank.

Karena itu, pilih exchange yang sesuai kebutuhan kalian. Biasanya para pemula yang ingin mencoba jual beli Bitcoin memilih proses pembayaran menggunakan transfer bank karena lebih mudah.

Hal inilah yang membantu proses crypto investing menjadi lebih mudah.

Jangan lupa juga untuk memastikan nilai mata uang sesuai dengan yang digunakan. Misalkan menggunakan Rupiah, pilihlah bursa yang juga menerima rupiah sebagai metode pembayarannya.

Cara ini mempermudah proses perhitungan biaya yang diperlukan.

Staking online  juga bisa menjadi alternatif dengan ragam kemudahannya. Berbagai bursa menawarkan rupiah sebagai metode pembayaran, jadi kita bisa coba melakukan jual beli aset digital dengan cara yang lebih mudah dengan menggunakan crypto funds yang sesuai. 

3. Pahami biaya transaksinya

Semua jenis pertukaran membebankan biaya transaksi Bitcoin kepada pengguna. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk memeriksa detail biaya sebagai pertimbangan antar platform.

Biasanya, pengguna bisa memanfaatkan ragam penawaran seperti tidak ada biaya transaksi untuk periode tertentu, hingga potongan harga dari proses transaksi.

4. Pilih waktu yang tepat 

Akan sangat sulit untuk memahami waktu pasar investasi cryptocurrency.

Seperti sifat investasi pada umumnya, ada periode pertumbuhan yang ekstrim, dan ada juga waktu-waktu sulit.

Sebelum berinvestasi dalam cryptocurrency, lebih baik cek historis atau riwayat token dan mulai lakukan analisis apakah saat ini harganya sedang naik atau turun.

Ada ragam situs yang sangat cocok untuk membantu analisis pengguna. Seperti mengunakan cost averaging yang dapat membantu melihat harga pembelian rata-rata selama periode waktu tertentu.

5. Gunakan cryptocurrency sebagai aset 

Banyak orang melihat cryptocurrency sebagai currency ataupun mata uang. Namun beberapa yang lain mungkin melihatnya seperti aset penyimpan nilai seperti emas.

Untuk mengerti apakah cryptocurrency mempunyai nilai, mungkin harus dilakukan riset yang mendalam lagi. Pertimbangkan histori nilai, dan tren lainnya.

Tapi, keputusan menetapkan cryptocurrency sebagai aset dibandingkan dengan alat jual beli mungkin lebih membantu.

Karena, salah satu alasan terbesar yang mempengaruhi perkembangan mata uang digital, seperti bitcoin, adalah bisa menggantikan alat pembayaran resmi dan komoditas konvensional (seperti emas). 

Tapi, banyak juga yang melirik investasi cryptocurrency sebagai jenis investasi lain. Hal ini mempengaruhi trading cryptocurrency Indonesia meningkat.

Dan jangan lupa, untuk mendapatkan pemahaman lebih baik, investor harus mengetahui cara menggunakan mata uang (cryptocurrency) dan dari mana mendapatkan nilainya. 

Baca juga: Kenapa Harga Emas Terus Naik

Bitcoin dalam Perkembangannya di Indonesia

Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Memutuskan Untuk Investasi Cryptocurrency!

Karena “tidak ada wujudnya” alias berupa produk virtual, kehadiran Bitcoin di Indonesia menghadirkan banyak pertanyaan.

Pada 2014, Bank Indonesia pernah mengeluarkan statement jika Bitcoin adalah alat transaksi yang tidak sah di Indonesia.

Namun seiring perkembangan zaman, statement ini dibantah dengan beberapa peraturan Kementerian Perdagangan (Lemendag) melalui Badan Pengawa Perdagangan Berjangka (Bappebti).

Ada empat peraturan Bappebti yang melegalkan perdagangan komoditas digital berupa aset kripto maupun emas digital, diantaranya:

  • Peraturan Bappebti No. 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka
  • Peraturan Bappebti No. 3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Bappebti No. 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Bappebti No. 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Peraturan ini memfasilitasi perkembangan industri emas digital dan tentu saja, cryptocurrency. Kerena dengan adanya peraturan ini, jual beli Bitcoin sudah legal di Indonesia.

Baca juga: Cara Mudah Menabung Emas

Fungsi Bitcoin: Alat Bayar atau Aset Investasi?

Walau perdagangan bitcoin legal di Indonesia, namun semua jenis cryptocurrency dilarang ditransaksikan sebagai alat pembayaran.

Jadi, fungsi utamanya lebih kepada trading, atau investasi jangka panjang seperti emas digital yang keberadaannya mulai menjamur di Indonesia.

Nah, setelah mengetahui penjelasan dan tips berinvestasi cryptocurrency, apakah kamu mulai tertarik untuk mencoba? Diskusi di kolom komentar yuk!

Referensi, diakses Maret 2029:
Glints – Makin Menggiurkan Jadi Investasi, Apakah Bitcoin Legal di Indonesia?

Baca juga:
Salah satu kegiatan yang menyenangkan dan selalu saya ulang bersama Baby D adalah bermain sensory play. Permainan yang mudah dan…
22
0
Comments herex
()
x