JENUH!

Written by Diaz Bela

Seorang ibu milenial, ex-News TV Reporter, dan digital enthusiast. Saya menulis tentang hal-hal yang saya sukai: pengalaman, opini, traveling, kuliner, dan lain-lain.

15 Desember 2010

1. Kita hidup dalam batasan privasi. Aku memang terbuka, tapi tidak untuk yang ini. Jangan mencoba menjadi ucapanku, yang aku sendiri pun belum tentu akan mengucapkannya.
2. Waktu memburuku. Bahkan tanpa spasi dan tak ada kata “sempat”. Mereka memburuku. Dengan ancaman menggandakan waktu. Kata memburuku. Menjerit ingin dirangkai tanpa didasari apa-apa. Abjad pertama memburuku. Berbelas pun mereka tak sanggup karena mereka tak menahu.
3. Aku memiliki prioritas sehingga menyababkan semuanya semu. Dari awal aku memang tak mau. Gelar itu hantu. Yang terus datang dan merayapi pikiranku. Biarkan aku lepas, bukankah kita sama-sama bilang akan menghargai pendapat? Dengarkan alasanku, dan resapi pemikiranku. Dan biarkan aku lepas dari belenggu.
4. Aku pinjam sebagian darimu. Berusaha tanpa kau memperingatiku apa-apa. Apa ini? Apa kau sadar kalau kau sedang tertawa?
5. Hai Biru, di 365 hari yang lalu.
1+2+3+4+5
Dan saya benar-benar mencapai titik jenuh untuk menikmati hari. Muak, kesal, menjemukan!! Biarkan saya dalam selaput kasat mata, namun tetap larut untuk sekedar mengahbiskan waktu. 

Arsip

MEMBER OF:

logo komunitas blog
kumpulan emak blogger
Logo Komunitas BRT Network
Seedbacklink

Baca Juga Artikel Berikut:

Epilog 2018: Thank You, Next!

Epilog 2018: Thank You, Next!

Saya selalu suka angka 8 dan dari dulu percaya bahwa tahun 2018 akan jadi tahun baik yang menyenangkan. Alhamdulillah,...

2017: Sebuah Epilog

2017: Sebuah Epilog

2017 merupakan tahun yang menyenangkan. The lucky number 7, kata orang-orang bilang. Well, believe it or not, tapi...

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments