Pilih Laman

Di bulan Agustus 2020 ini, harga emas batangan (Antam) mencapai Rp.1.105.000 per gramnya (8/8). Ini gokil sih, karena saya inget banget 2 tahun lalu pas awal-awal tertarik investasi emas batangan, harga jualnya hanya sekitar Rp.690.000-an per gram. Selisih yang lumayan banget kan?Lalu kenapa ya harga emas terus naik?

Kalau diperhatikan, tren kenaikan harga emas ini tidak terjadi secara instan karena pada kenyataannya tren harga emas itu selalu meningkat. Hanya saja di masa pandemi covid-19 ini, kenaikan harga emas sangat drastis. Tercatat sejak Januari 2020, harga emas sudah naik sebanyak 30%. 

Memang sudah terkenal dari zaman dahulu bahwa emas adalah salah satu aset investasi yang dinilai akan terus mengalami kenaikan harga. Kalau di keluarga saya, dari nenek sampai ibu selalu merekomendasikan emas sebagai aset yang harus dimiliki sebagai cadangan dana. Simpel aja sih alasanya, karena mudah jual beli nya, hehe.

Baca juga: Begini Cara Mudah Menabung Emas

Faktor apa saja sih yang menyebabkan kenaikan harga emas?

1. Pilihan Alternatif Investasi

Di masa pandemi, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk mengalokasikan dananya dalam bentuk investasi yang paling aman. Diantara semua jenis investasi, emas merupakan jenis investasi yang diminati karena mudah untuk dipraktekan (jual-beli) dan minim resiko.

Sementara, investasi di pasar uang dan modal memiliki resiko ketidakpastian. Di tengah situasi krisis ekonomi seperti ini, masyarakat banyak mencari emas karena likuiditasnya yang tinggi, dimana masyarakat bisa langsung menjual kembali emas yang dimiliki dengan mudah.

Tingginya permintaan atas emas inilah yang membuat harga emas melambung. 

2. Cadangan Aset

Kompas.com mencatat bahwa banyak investor yang bermain di pasar uang dan modal mengalihkan sebagian dananya ke emas sebagai cadangan aset mereka. Jadi, ketika ada sesuatu hal yang terjadi terhadap dana yang mereka kelola, mereka masih memiliki safe haven, yaitu emas batangan.

Selain menjadi safe haven, emas juga mampu menjadi instrumen penyimpan nilai atau store of value karena tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini berbanding terbalik dengan portofolio berupa saham dan obligasi.

Menteri Keuangan Indonesia, Ibu Sri Mulyani, juga pernah melontarkan pernyataan di Bulan Mei lalu bahwa tingkat kecemasan investor di pasar saham ini menyentuh level tertingginya di sepanjang sejarah Indonesia.

Baca juga: Perbedaan Emas Atam dan UBS

3. Ketegangan Politik

Salah satu hal yang paling mempengaruhi kenaikan harga emas adalah adanya permasalahan di dunia. The truth has been been said. Sekarang kita memiliki masalah dalam penanganan Covid-19, belum lagi konflik politik ketegangan antara USA dan China. Permasalahan ini berpengaruh karena kenaikan harga emas berkorelasi dengan kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Semakin banyak isu negara dan politik, harga emas biasanya akan terpengaruh menjadi semakin tinggi. Sebenarnya alasan ini berkorelasi dengan alasan sebelumnya, dimana para investor berbondong-bondong mengalihkan sebagian dananya untuk mengamankan kepemilikan mereka.

Apakah Harga Emas Akan Terus Naik?

No one know for sure, tapi beberapa ahli berpendapat bahwa nilai emas akan kembali fluktuatif ketika kondisi ekonomi dunia sudah kembali sehat. Tapi kalau dilihat kondisi realnya, sepertinya akan lama, sih. Se turun-turunnya harga emas juga diprediksi akan sulit menembus angka di bawah 1 juta lagi.

Mari sama-sama berdoa semoga kondisi dunia bisa segera β€œsehat” ya..

Lalu Harus Bagaimana? Jual Emas atau Tahan?

Beberapa orang yang sudah punya tabungan emas baik berupa saldo maupun fisik (batangan) pasti selalu tanya ini ketika ngobrol tentang emas, β€œjadi emas saya lebih baik dijual saja nih karena harganya lagi naik?”

Baca juga: Nostalgia di One Piece Tower, Tokyo

Jawaban saya selalu sama: tergantung kebutuhan. Kalau tujuan utama investasinya untuk biaya pendidikan SD anak, tapi sekarang anaknya masih belum masuk SD, kan belum butuh, untuk apa dicairkan?

Walaupun hargnya sedang tinggi tapi tidak digunakan untuk tujuan awal investasi, ya untuk apa dicairkan? Nanti uangnya malah “hilang” begitu saja, dipakai hal lain! Hihi, tahan, sabar, ini semua ujian!

Tapi, kalau misal tujuan beli emas hanya mau jual-beli aja dan melihat nilai harga beli emas saat ini sudah cocok, ya silakan dijual. Nggak ada salahnya juga kok. Jadi kembali lagi ke kebutuhan masing-masing, ya.

Perhatikan Tren Harga Beli

Ingat, harga jual dan harga beli emas itu berbeda ya. Harga beli (buyback) itu selalu lebih rendah daripada harga jual. Jadi kalau mau menjual emas, hitungnya pakai harga buyback ya, bukan pakai harga jual emas πŸ˜€

Untuk harga buyback emas memang masih dibawah harga jual. Tapi yang sudah punya emas dari 5 tahun lalu mungkin sudah bisa tersenyum senang karena mungkin sudah mendapatkan keuntungan yang diinginkan, ya? πŸ™‚

Ini karena dari karakteristik dasar investasi emas yang merupakan investasi masa panjang. Ya, investasi emas kurang cocok untuk kamu yang sukanya jual-beli langsung dalam waktu dekat. Emas itu baru bisa “kelihatan” selisih harga atau keuntungannya di minimal 5 atau 10 tahun.

Jadi gimana? Sedikit banyaknya sudah paham kan kenapa harga emas bisa terus naik? Lalu, apa yang akan kalian lakukan terhadap emas yang kalian miliki? Yuk share di kolom komentar!

Baca juga:
Di masa pandemi seperti ini kesehatan menjadi prioritas utama. Selain harus menjaga stamina agar selalu fit, kita juga dituntut untuk…
32
0
Comments herex
()
x