Pilih Laman

Pertengahan Juni 2022 lalu saya berkesempatan untuk kembali melakukan “traveling” setelah pandemi ke luar negeri. Rasanya seperti hal yang baru dan udah lamaa banget nggak dilakukan karena sebelumnya kan Indonesia (dan belahan dunia lainnya) mengalami masa lockdown karena pandemi covid-19. Well, not really a traveling, sih, lebih tepatnya mini company trip dari kantor baru saya. Iya, saya akhirnya sudah kerja kantoran lagi (will talk about this seperately in another post, hehe).

Rasanya excited, takut, dan bingung di saat yang bersamaan ketika tahu harus melakukan traveling setelah pandemi ke luar negeri lagi. Terakhir saya ke luar negeri itu di tahun 2017 untuk liputan Muslim Traveler yang mana udah lama banget!  Jadi ketika tahu akan kembali traveling dengan durasi yang lama (2 minggu), perasaan kok campur aduk ya, HAHA.

Oh ya, destinasi yang akan saya kunjungi adalah Bangkok, Thailand. Super penasaran dan semangat banget sih pergi ke Negeri Gajah Putih ini. Dan Alhamdulillah everything is going well, semenyenangkan itu ternyata berada di negara orang dengan teman-teman baru yang super asik, walaupun tiap hari ya kerjaannya kerja-kerja-kerja wkwk.

Makanya, selama trip saya kayak janji gitu ke diri sendiri bakal merangkum highlights apa aja yang terjadi saat kembali bisa traveling setelah pandemi di Bangkok dan cerita perjalanan dari apa yang saya alami disana. Untuk yang pertama ini, saya akan membahas den berbagi pengalaman apa saja yang perlu disiapkan jika kamu juga ingin traveling setelah pandemi ke luar negeri (khususnya Bangkok, Thailand). Semoga bisa membantu kamu, ya!

Baca juga: Persiapan Traveling ke Jepang

9 hal yang perlu disiapkan untuk traveling setelah pandemi ke luar negeri: Bangkok edition!

tips kembali traveling setelah pandemi

1. Vaksin

Pastikan kamu sudah melengkapi vaksinasi sampai dengan booster ya. Ketika saya melakukan perjalanan (Juni 2022) syarat traveler yang hendak ke luar negeri dan syarat turis asing yang diperbolehkan masuk ke Thailand adalah memiliki vaksin dosis lengkap. Namun ketika saya menulis tulisan ini (Agustus 2022), pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan vaksin booster kedua tambahan, dan itu merupakan syarat untuk bepergian ke luar negeri nantinya.

Jangan lupa juga untuk print sertifikat internasional vaksinnya ya, bisa didapat di peduli lindungi. Saya prepare 2 sih, satu print out dan satu digital just in case aja kalau akses hp nggak bisa dibuka, batre habis, dan ada masalah teknis lain, jadi bisa ada backup nya.

2. Paspor

pengalaman kembali traveling setelah pandemi ke bangkok thailand

Pastikan paspor kamu masih berlaku dan jangan bepergian jika masa berlakunya kurang dari 6 bulan lagi (just in case). Sebelum melakukan trip, saya melakukan perpanjangan paspor yang telah kedaluwarsa di tahun dua tahun lalu. Proses perpanjangan paspor ini memakan waktu yang cukup lama, jadi saya sarankan kamu untuk spare lebih banyak waktu untuk membuat paspor.

3. Dokumen terkait (Thai Pass)

Beberapa negara menerakan peraturan tambahan bagi para traveler untuk melakukan traveling setelah pandemi. Makanya, penting banget untuk melengkapi segala kebutuhan dokumen yang diminta.

Ketika saya berangkat trip (Juni 2022) pemerintah Thailand memberlakukan sistem registrasi bagi para pelancong sebelum  memasuki wilayahnya melalui Thai Pass. Namun, sejak 1 Juli 2022 sampai tulisan ini ditulis (Agustus 2022), peraturan itu telah dicabut. Jadi sekarang kalau kamu mau ke Thailand, kamu bisa langsung datang aja tanpa perlu tambahan dokumen lain. Makin mudah, ya? Tapi tetap harus selalu cross check dan update informasi ya karena kita nggak akan tahu apakah peraturan ini akan kembali diberlakukan 🙂

4. Asuransi yang meng-cover covid

Salah satu syarat lainnya untuk bisa masuk ke Thailand bagi para pelancong adalah memiliki asuransi selama masa perjalanan yang juga mengcover covid-19. Waktu itu saya belinya kolektif ya, pakai prudential. Lumayan terjangkau kok, sekitar Rp 300K aja untuk 2 minggu coverage.

Selain suatu kewajiban dokumen, saya rasa asuransi seperti ini sagat dibutuhkan ya sebagai syarat traveling setelah pandemi terutama bagi diri sendiri.

5. Stok masker

Selama masa traveling setalh pandemi ini, setiap di perjalanan saya selalu full menggunakan masker kecuali saat makan dan minum. Walaupun beberapa orang terlihat ada yang sudah tidak menggunakan masker (apalagi saat di bandara) tapi saya masih agak parno sih kalau nggak pake. Lebih kepada mengurangi resiko aja karena kalau amit-amit kena corona lagi, di negara orang pula, selain rencana “traveling” bisa gagal, bakal amsyong banget sih.

6. Riset tempat tujuan wisata

Walau tujuan perjalanan kali ini adalah untuk kerja, tapi saya juga membuat beberapa wish list, tempat-tempat yang ingin saya kunjungi ketika weekend atau ketika ada waktu kosong. Kebanyakan sih lokasi halal food, mall, dan book cafe (sekalian buat update mostach yang udah mati suri haha). Seneng banget karena beberapa tujuan bisa saya kunjungi. 

Oh ya, riset tempat tujuan wisata itu bisa bikin kita nggak bingung ketika sudah berada di negara tujuan. Biasanya saya bikin di sheets gitu, lengkap dengan alamat, nomer telepon, link maps, dan akun sosial medianya biar nggak lupa.

working from cafe bangkok thailand
Working from a cafe near our place
jajan di caktucak bangkok thailand
Caktucak weekend market
night market di thailand
Night market in Bangkok, Thailand

Baca juga: Terpesona Aceh

7. Uang secukupnya dan kartu debit yang ada saldonya

Money changer di daerah tempat tinggak saya nggak stok banyak mata uang Thailand (Bath). Jadi saya harus mesen gitu sekitar 3 hari sebelumnya. Dan sialnya, awal tahun 2022 ini saya baru aja nutup kartu kredit karena nggak pernah dipake :’) Agak deg-degan sih, traveling ke luar negeri tanpa bawa kartu kredit. Ya amit-amit kalau sampai terjadi sesuatu dan butuh dana talangan gimana?

Bawa banyak cash juga takut banget keamanannya, dan gimana nanti kalau nggak habis? Sayang nggak sih kalau dituker lagi dan jatohnya malah rugi? Mau nuker ke USD juga saya belum lihat benefitnya untuk pribadi. Nah jalan tengahnya adalah dengan stok uang di kartu debit. Wkwk.

Saya beberapa kali belanja di Bangkok menggunakan kartu debit dan seneng banget karena gak ada charge! Beda cerita ya kalau ambil uang cash, ada tambahan dana ฿200 (sekitar Rp 88.000 per tarikan), mayan kan! Siap-siap deh buat shopping kalau ke Bangkok!

mall terbaik di bangkok
mall terbaik di bangkok iconsiam

8. Internet provider

Kemarin saya dan teman-teman nggak sewa wifi portable gitu buat selama di sana, tapi kami beli kartu sim. Ketika mendarat di bandara Internasional Suvarnabhumi, ada banyak kok yang menawarkan simcard dengan harga yang bervariasi. Waktu itu kami pakai dari TRUE dengan harga ฿699 (sekitar Rp 307.560) untuk unlimited 5G access selama 15 hari.

Sumpah ya internetnya super kenceng tanpa cela sedikitpun. Belum lagi ada gratis telepon ke semua nomor di Thailand yang memudahkan kami untuk reservasi kendaraan, tempat makan, telepon pemilik airBnB dan lainnya!

Kalau nggak mau beli sim card di sana, kamu juga bisa aktifkan roaming dari nomer lokal kok. Silakan riset sendiri ke provider kamu masing-masing ya! 🙂

9. Install Grab

praktisnya naik grab van di bangkok
pakai grab van di thailand bangkok

Ini sebuah solusi dari segala permasalahan transportasi, sih. Biasanya kami kemana-mana itu naik Grab Bike atau Grab Van. Karena selain cepat, rasanya lebih praktis aja gitu. Sama aja kayak kita sehari-hari kalau kemana-mana naik GoJek, hehe. Belum lagi kalau mau jajan tapi mager bisa juga order di GrabFood atau GrabMart.

Nah saran saya sih sebelum ke Thailand mendingan connect-in dulu pilihan pembayaran direct debit yang ada di aplikasi Grab. Jadi kamu nggak bakal repot untuk nyediain cash untuk pembayarannya.

Oh ya, sayang banget selama di Bangkok saya nggak sempet nyobain naik BTS Skytrain (Bangkok Mass Transit System). Saking packed nya dan tentu pengen yang selalu cepet, jadi kemana-mana naik Grab Bike. Hahaha.. Next time kalau ke Bangkok lagi harus nyobain naik BTS sih!

Baca juga: Makan Siang Nikmat di Desa Wisata Pujon Kidul, Malang

Thailand: I left my heart in Bangkok!

traveling ke bangkok setelah pandemi

14 hari di Bangkok sama sekali gak kerasa sih. Walau tiap hari adaa aja kata-kata pengen cepet balik Indo karena kangen anak dan seblak, tapi tetep aja rasanya masih kurang puas explore sana-sini hehe. Definitely bakal balik lagi kesini sih kalau ada kesempatan <3

Nggak disangka juga kalau dibalik trip ini ada banyak cerita. I’ll share for more bet places di Bangkok setelah ini, ya. Mostly sih cafe buku yang so insta-worthy dan kind of hard to forget.

Anyway, apa kalian ada rencana untuk traveling setelah pandemi ke luar negeri juga dalam waktu dekat? Ada persiapan atau requirement khusus nggak sih yang harus dipenuhi? Share di kolom komentar, ya!

Baca juga:
Kurang lebih satu minggu sebelum saya kembali ngantor, baby D mengeluh kalau penisnya sakit. Wah, langsung malamnya kami pergi ke…
20
0
Comments herex
()
x