Pilih Laman

Sebagai seorang ibu, salah satu hal yang membuat saya deg-degan adalah membahas masalah pubertas dengan anak. Entah kenapa ya, mungkin karena dulu ketika saya menginjak pubertas, obrolan ini berasa tabu dan jadi “ewww moment” ketika orangtua mengajak ngobrol hal itu.

Tapi, dengan perekembangan zaman dan banyaknya akses informasi terhadap organ reproduksi, sepertinya sekarang berbicara menstruasi kepada anak bisa terasa lebih terfasilitasi. Sebagai ibu, aku juga merasa teredukasi dengan adanya banyak channel yang membahas tentang organ kewanitaan.

Saya belum punya anak perempuan, tapi menurut saya pemahaman tentang siklus menstruasi dan organ kewanitaan itu harus diketahui oleh baik perempuan maupun laki-laki. Bagaimanapun itu semua berkaitan dengan sex eduction, atau pelajaran mengenai organ reproduksi.

Makanya, untuk berkomunikasi dengan anak jadi agak tricky ya, bun. Tapi jangan bingung karena saya sudah merangkum beberapa tips berbicara tentang menstruasi pada anak.

Tips Berbicara Tentang Menstruasi Pada Anak

1. Ibu Harus Mengedukasi Diri

Sebagai garda terdepan terhadap tumbuh kembang anak, Ibu adalah sumber informasi tentang menstruasi yang paling diharapkan oleh anak. Maka penting sekali untuk memilki pemahaman yang tepat tentang menstruasi.

Yuk bisa yuk kita cari informasi dari sumber yang berkualitas, follow akun-akun yang membahas tentang edukasi orgran reproduksi, atau mengikuti webinar atau kelas yang narasumbernya berasal dari seorang profesional.

2. Pahami Fakta dan Mitos Seputar Menstruasi

Kita juga harus paham lho seputar fakta dan mitos menstruasi. Mungkin ada beberapa yang pernah denger ya kalau pembalut itu menyebabkan kanker dan lain sebagainya, nah itu MITOS.

Faktanya, pembalut adalah tools atau alat yang membantu kita saat menstruasi, dan diolah oleh perusahaan dengan standar kesehatan yang tinggi.

Moms juga bisa nih sekalian berikan alternatif pemahaman alat menstruasi lain seperti pembalut kain maupun menstrual cup beserta kelebihan dan kekurangannya.

3. Tidak Menjadikan Menstruasi Sebagai Topik Tabu

Menstruasi adalah bagian dari setiap hidup wanita, maka hilangkan batasan tabu antara ibu dan anak dalam membahas tema ini.

Pembicaraan tentang menstruasi juga penting lho untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa.

4. Lakukan Berulang Kali

UNICEF Indonesia mencatat 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia tidak pernah dapat informasi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkan menstruasi pertamanya,

Apalagi topik menstruasi bukanlah hal yang hanya bisa dibicarakan dalam 1 kali duduk saja. Maka dari itu, lebih baik dilaukan berulang kali dan bisa mulai dibicarakan sejak ada tanda-tanda awal pubertas, atau bahkan sebelumnya.

Yang penting, sesuaikan pembicaraan dengan usia anak, ya.

5. Berdiskusi, bukan Menceramahi

Wajar jika anak malu, takut, dan mungkin bahkan meninggalkan percakapan tentang menstruasi begitu saja.

Maka dari itu cara yang disarankan adalah dengan membangun diskusi atau komunikasi dua arah.

Ingat, Ibu belum tentu selalu benar, jadi lebih baik berbagi pengalaman pribadi secara positif daripada mencermahi anak. Jika tidak siap menjawab pertanyaan, komunikasikan kalau kita butuh waktu berpikir dan diskusi bisa dilanjutkan lagi setelah kita mendapatkan jawabannya.

6. Jelaskan Secara Nyata

Ini bisa digunakan mulai dengan menggunakan gambar anatomi tubuh secara sederhana.

Tunjukan juga bentuk pembalut dan bagaimana cara penggunaannya.

Webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Tips bermanfaat ini saya dapatkan ketika mengikuti webinar  “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia bersama Betadine pada tanggal 27 Mei 2021 lalu.

Senang dan merasa beruntung banget karena dalam 2 jam sesi webinar tersebut, saya mendapatkan banyak informasi “daging” tentang bagaimana cara berkomunikasi ke anak tentang menstruasi dan pentingnya menjaga kehigienisan organ reproduksi saat menstruasi.

Apalagi pengisi acaranya benar-benar orang yang berkompeten di bidangnya, seperti:

  1. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SP.OG (K), MPH – Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesisa (POGI)
  2. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si – Ketua Ikatan Psikolog Klinik (IPK) Indonesia Wilayah Jakara
  3. dr. Dwi Oktavia Handayani, TLH, M.Epid – Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
  4. Adi Prabowo – Head of Marketing, Digital & E-Commerce Mundipharma Indonesia
  5. Novita Angie – Public Figure

Selain itu, acara webinar ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi yang diperingati setiap tanggal 28 Mei. Diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia, acar ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Iya, menjaga kebersihan saat menstruasi itu sangat penting karena kalau tidak bersih, bisa timbul beragam masalah kewanitaan seperti keputihan, iritasi area kewanitaan, gatal, hingga bau tidak sedap.

Kenapa edukasi ini penting?

Karena kesadaran perempuan di Indonesia tentang pentingnya manajemen kebersihan selama menstruasi masih sangat rendah.

Bayangin aja, 1 dari 2 anak perempuan masih belum tahu apa yang harus dilakukan ketika menstruasi. Kalau nggak tahu apa yang harus dilakukan, gimana mereka bisa menjaga kebersihan dan kesehatan organ wanita saat  menstruasi?

Cara Mengatasi Masalah Kebersihan Organ Kewanitaan Saat Menstruasi

  1. Buang pembalut yang sudah dipakai dalam kantong plastik ke tempat sampah
  2. Untuk yang menggunakan pembalut cucii ulang, langsung cuci pembalut langsung setelah dipakai
  3. Pembalut sekali pakai, pembalut cuci ulang, maupun menstrual cup, wajib diganti setiap 4-5 jam sekali.
  4. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut
  5. Gunakan air bersih yang mengalir saat membersihkan area vagina
  6. Bila menggunakan cairan pembersih vagina, pilih yang sesuai dengan pH normal vagina, 3.5 – 4.5

Rekomendasi Sabun Pembersih Untuk Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Area Kewanitaan –

Sebenarnya, area kewanitaan itu punya perlindungan alami untuk membuat “wilayahnya” tetap bersih. Namun, saat menstruasi, resiko infeksi kuman meningkat dan perlu perlindungan ekstra untuk mengatasi infeksi tersebut.

Jangan pernah membasuh area kewanitaan dengan sabun mandi biasa, ya. harus menggunakan sabun pembersih khusus, dan tentunya kalau terjadi infeksi bisa langsung konsultasi dan berobat ke dokter.

Salah satu Rangkaian lengkap untuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan adalah Betadine. Ada berbagai macam jenisnya, mulai dari yang untuk Daily Protection alias digunakan sehari-hari, Red Days yang direkomendasikan digunakan pada saat menstruasi, Infection, hingga berbentuk tisu pembersih On The Go.

Siapa sih yang masih meragukan Betadine? Dengan efektifitasnya membunuh kuman dan bakteri dengan formula khusus yang disesuaikan dengan pH daerah kewanitaan, Betadine bisa jadi alternatif kamu untuk tetap bersih dan nyaman selama menstruasi.

Rangkaian Betadine ini bisa didapatkan di apotek terdekat, atau bisa langsung cus checkout di official shopnya di Tokopedia dan Shopee.

Yang udah pakai Betadine ini atau yang sudah pernah/siap-siap edukasi anaknya tentang menstruasi, sharing di kolom komentar, yuk!

Baca juga:
Fungsi Backlink Yang Wajib Diketahui Blogger -- Semenjak menulis di blog ini dari tahun 2007, saya merasa mengalami perubahan yang…
42
0
Comments herex
()
x