Pilih Laman

Tips Keluarga Bebas Cacingan – Halo moms, di masa pandemi seperti ini sepertinya jadi lebih banyak orang yang aware dengan kesehatan, ya. Selain karena masih belum menurunnya penyebaran virus Covid-19, tahu nggak sih kalau ada bahaya kesehatan yang mengintai jika kita tidak disiplin menjaga kebersihan? Ya betul, salah satunya adalah cacingan.

Nggak cuma bisa menyerang anak-anak saja lho, cacingan juga bisa menyerang orang dewasa. Yuk kita bahas sedikit mengenai tips keluarga bebas cacingan.

Apa Itu Cacingan?

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing atau parasit yang tumbuh dan berkembang di dalam usus manusia.

Cacing atau parasit ini tumbuh dengan memakan nutrisi dan sari makanan yang kita makan setiap harinya. Maka dari itu, cacingan termasuk dalam kategori penyakit yang cukup berbahaya karena kalau dibiarkan, penderita akan semakin kurus dan kurang gizi sehingga mengganggu pertumbuhan fisik, lho.

Baca juga: Jenis Vaksin Covid-19 yang Harus Diketahui

Jenis Cacing yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia

Ada beberapa jenis cacing yang bisa hidup dalam tubuh manusia, diantarnya:

  1. Cacing Kremi
    Mungkin ada yang sudah familiar dengan cacing kremi? Cacing kremi merupakan jenis cacing gelang yang berukuran sangat kecil dan biasanya menginfeksi anak kecil dan dewasa. Kita dapat terinfeksi cacing ini melalui telurnya yang sangat kecil,entah itu tidak sengaja tertelan atau terhirup melalui udara dan masuk ke saluran pernafasan.
  2. Cacing Pita
    Cacing ini biasanya tumbuh dalam binatang ternak. Jika kita mengolah makanan hewani yang belum dimasak dengan matang, ada kemungkinan kita bisa terinfeksi cacing ini. Alodokter mencatat cacing pita bisa tumbuh hingga 15 cm dengan periode hidup 30 tahun, lho! Hiii.. serem ya!
  3. Cacing Pipih
    Cacing pipih biasanya hidup di dalam sayuran mentah dan air yang tidak berasal dari sumber yang bersih. Walaupun biasanya cacing ini lebih banyak ditemukan di hewan, namun dengan minimnya kesadaran sanitasi dan gaya hidup bersih, cacing ini juga bisa masuk dalam tubuh manusia.
  4. Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)
    Cacing gelang merupakan parasit yang bisa hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Cacing Gelang atau Ascariasis biasanya ditemukan di wilayah yang kurang memadai fasilitas kesehatannya. WHO mencatat lebih dari 10% populasi dunia terinfeksi cacing dengan cacing gelang merupakan penyebab yang paling tinggi.
  5. Cacing Tambang (Ancylostoma Duodenale)
    Cacing tambang hidup di tanah yang lembab, hangat, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Ketika seseorang sudah terinfeksi cacing tambang, telur yang dihasilkan cacing tambang saat berada di usus akan keluar bersama feses. Ciri utama ketika seseorang terinfeksi cacing tambang adalah anemia dan kekurangan gizi.
  6. Cacing Otot / Trichinosis
    Cacing otot (Trichinella spiralis), atau cacing tricinosis, merupakan cacing yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia ketika manusia memakan daging atau produk hewani lain yang masih mentah. Komplikasi penyakit yang disebabkan oleh cacing ini antara lain gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, pneumonia, hingga kerusakan ginjal, jantung dan otak.

Ciri-Ciri Penderita Cacingan

Penderita cacingan biasanya mengalami ciri-ciri seperti:

  • Gatal di daerah anus
  • Tubuh yang kurus
  • Lemas, lesu, mual
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Diare

Namun biasanya, penderita cacingan memiliki gejala yang berbeda tergantung cacing yang menginfeksinya dan sejauh mana infeksi itu terjadi di dalam tubuh.

Kalau dulu kita sering mendengar berbagai mitos seperti: anak dengan perut buncit pasti cacingan, cacingan tidak menular, dan cacingan hanya terjadi pada anak-anak… itu semua mitos, ya!

Karena faktanya, ciri seseorang menderita cacingan itu berbeda-beda dan harus melalui diagnosis dokter (profesional), bukan hanya dilihat dari perut yang buncit saja (terutama pada anak). Cacingan juga bisa menular karena ada beberapa kasus cacingan yang bisa terkontaminasi dari faktor lingkungan, dan yang terakhir: cacingan itu tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, lho. Bisa juga terjadi pada dewasa.

Baca juga: Tips Berbicara Menstruasi Pada Anak

Cacingan Pada Anak

Cacingan pada anak tentu lebih dirasa mengkhawatirkan bagi para orang tua. Gimana tidak, anak yang cacingan dapat lebih berpotensi mengidap anemia dan kekurangan gizi yang berdampak pada tumbung kembang si kacil.

Beberapa referensi yang saya baca mengatakan bahwa anak lebih rentan menderita cacingan dibandingkan dengan orang dewasa. Kenapa bisa begitu?

Nah biasanya ini dikarenakan kegiatan anak yang tidak selamanya bisa kita kontrol, diantaranya:

  • Bermain tanah di daerah yang rentan adanya telur cacing hidup.
  • Kebersihan badan yang kurang diperhatikan (kuku panjang, tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan lain sebagainya).

Biasanya anak yang mengalami cacingan punya ciri-ciri demam, gatal di daerah anus atau kelamin, diare, dan penurunan berat badan tanpa sebab. Jadi segera periksakan ke dokter ya kalau ada keluhan seperti di atas.

Cacingan Pada Dewasa

Nggak hanya menyerang anak, cacingan juga bisa dialami oleh orang dewasa, lho. Teman saya ada yang masih rutin minum obat cacing selama enam bulan sekali sampai sekarang. Awalnya saya heran, ngapain sih minum obat cacing? Kan sudah dewasa? Bukannya cacingan hanya terjadi pada anak-anak?

Dan ternyata noooo! Cacingan juga bisa dialami oleh orang dewasa! Bertolak dari situlah akhirnya saya juga ikut-ikutan rutin mengkonsumsi obat cacing tiap 6 bulan sekali.

Ini sebagai tindakan preventif dan ikhtiar supaya dijauhkan dari segala macam penyakit yang bersumber dari cacing.

Konvermex Obat Cacing Keluarga.

Penanganan medis merupakan satu-satunya jalan terbaik untuk mengobati penyakit cacingan. Untungnya obat cacing mudah didapatkan di pasaran, tapi jangan salah beli ya. Aku biasanya menggunakan konvermex, obat cacing keluarga dalam bentuk suspensi dan kaplet.

Konvermex: Jenis, Rasa, dan Cara Menghancurkan Cacing.

Konvermex membantu menghancurkan cacing di tubuh dan tersedia dalam 2 varian. Yang pertama yaitu Konvermex 125 yang memiliki kandungan Pyrantel Pamoate yang setara dengan Pyantel Base 125 mg yang diformulasikan khusus untuk anak-anak dan tersedia dalam bentuk suspensi rasa jeruk dan tablet.

Lalu yang kedua ada Konvermex 250 yang memiliki kandungan Pyrantel Pamoate yang setara dengan Pyrantel Base 2250 mg yang diformulasikan khusus untuk dewasa. Tersedia dalam bentuk suspensi rasa vanilla latte dan tablet. Jangan salah pilih ya, hehe.

Nah, zat aktif dari konvermex ini ampuh menghancurkan cacing hingga tidak berwujud saat dikeluarkan melalui buang air besar.

Baca juga: Sweet Escape ke Floating Market, Lembang!

Aturan Pakai Konvermex

Konvermex merupakan obat cacing orang dewasa dan obat cacing untuk anak yang bisa diperoleh dengan mudah di apotik terdekat. Beda usia beda juga jenis konvermex yang dikonsumsi dan juga takarannya, ya.

Aturan pakai Konvermex obat cacing pencegah dan obat cacingan ini bisa dimulai dari anak usia 2 tahun hingga orang dewasa dengan takaran sebagai berikut:

  • Aturan Pakai Dosis sekali minum (atau ikuti petunjuk di kemasan).
  • Suspensi 125 mg untuk dosis anak – anak di bawah 12 tahun.
  • Suspensi 250 mg untuk dosis dewasa.
  • Tablet 125 mg untuk dosis anak.
  • Kaplet 250 mg untuk dosis dewasa.

Yuk Jadi Keluarga yang Bebas Cacingan!

Nah sekarang sudah jelas kan tindakan preventif apa yang harus dilakukan untuk mencegah cacingan dan bagaimana mengatasi cacingan?

Nggak usah ragu lagi untuk menerapkan gaya hidup sehat, bersih, dan rutin minum Konvermex setiap 6 bulan sekali, ya. Ayo jaga kesehatan dan kebersihan agar terbebas dari cacingan dan jangan lupa untuk minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali secara bersamaan dengan seluruh anggota keluarga!

Baca juga:
Akhir bulan Mei lalu, saya dan keluarga dari pihak suami memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di Malangbong, sebuah desa yang…
32
0
Comments herex
()
x